Karhutla di Muara Nyahing Kutai Barat Bakar 2,5 Hektare Lahan

  • 22 Agt 2026 11:32 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Kampung Muara Nyahing, Kecamatan Damai, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, dengan luas area terbakar diperkirakan mencapai 2,5 hektare.

Informasi tersebut berdasarkan laporan penanganan karhutla bantuan personel tambahan yang diterima Pusdalops BPBD, dengan waktu permintaan bantuan pada 20 Agustus 2026 pukul 20.44 WITA. Petugas kemudian bergerak menuju lokasi pada pukul 22.45 WITA dan tiba pukul 23.31 WITA.

Penanganan kebakaran berlangsung hingga Jumat, 21 Agustus 2026 pukul 04.17 WITA. Hingga laporan dibuat, penyebab kebakaran di kawasan tersebut masih belum diketahui.

Petugas Pusdalops BPBD Provinsi Kaltim, Muriono, menyampaikan bahwa berdasarkan laporan lapangan, kebakaran terjadi di dua titik dengan total luas lahan terbakar sekitar 2,5 hektare, ucapnya.

Lahan yang terdampak merupakan kawasan belukar dengan jenis lahan gambut. Kedalaman gambut di lokasi diperkirakan mencapai 20 sentimeter, sementara vegetasi yang terbakar terdiri atas pakis-pakisan dan kayu-kayu kecil.

Dalam proses penanganan, BPBD Kutai Barat bersama Polsek Damai mengerahkan sebanyak 30 personel. Tim juga didukung enam unit mobil slip-on BPBD Kutai Barat, dua unit mobil water supply, satu mobil komando, serta satu mobil peralatan.

Selain itu, satu unit mobil slip-on dari Kecamatan Damai turut dikerahkan untuk membantu proses pemadaman di lokasi kejadian. Pemadaman dilakukan secara langsung menggunakan mobil pemadam.

Untuk memenuhi kebutuhan air, petugas melakukan pengisian ulang secara bergantian maupun dengan sistem estafet atau transfer air dari satu kendaraan ke kendaraan lainnya. Sumber air yang digunakan untuk pengisian ulang berasal dari sungai.

Namun, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala. Petugas dilaporkan tidak menemukan sumber air terdekat sehingga harus mengandalkan bantuan water tanker perusahaan. Permintaan suplai air ke garis depan dari pihak perusahaan juga belum terpenuhi.

Kondisi vegetasi yang padat serta lapisan gambut yang cukup tebal turut menjadi faktor penghambat dalam penanganan kebakaran. Kondisi tersebut membuat upaya pemadaman membutuhkan dukungan personel dan sarana air secara berkelanjutan.

Setelah penanganan selesai, seluruh petugas dilaporkan kembali dengan selamat. Seluruh kendaraan yang digunakan dalam operasi juga berada dalam kondisi baik dan tidak mengalami masalah.

BPBD Kutai Barat terus menjadi bagian penting dalam upaya penanganan karhutla, khususnya di wilayah yang memiliki tutupan lahan belukar dan gambut. Masyarakat juga diharapkan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terutama saat kondisi lingkungan mudah terbakar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....