Pemberdayaan Perempuan Jadi Bagian Upaya Tekan Stunting di Kaltim
- 19 Agt 2026 12:01 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Pemberdayaan perempuan dinilai dapat menjadi salah satu kekuatan dalam mendukung upaya penurunan angka stunting di Kalimantan Timur. Peran tersebut dilakukan melalui penguatan kapasitas perempuan, keluarga dan masyarakat agar mampu memberikan dukungan terhadap tumbuh kembang anak.
Staf Ahli Bidang Pendidikan TP PKK Kaltim, Wahyu Hernaningsih Seno Aji, mengatakan upaya penurunan stunting membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Hal tersebut disampaikannya saat Pelatihan Pengelolaan Diri yang digelar DPD IPPRISIA Kaltim bersama TP PKK Kaltim di Gedung Olah Bebaya Samarinda, pada Selasa 18 Agustus 2026.
Menurut Wahyu, kolaborasi tersebut melibatkan IPPRISIA, TP PKK Provinsi Kaltim, BKKBN, Baznas dan sejumlah organisasi perangkat daerah. Sinergi lintas sektor diperlukan agar pemberdayaan perempuan dapat memberikan dampak yang lebih luas dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Kolaborasi ini dilakukan oleh IPPRISIA dan TP PKK Provinsi Kalimantan Timur, kemudian dengan BKKBN, dengan Baznas, dan seluruh lini OPD yang bisa bersinergi untuk berdaya mengurangi angka stunting yang ada di Kalimantan Timur,” ujar Wahyu.
Wahyu mengatakan perempuan memiliki posisi penting dalam keluarga karena dapat berperan dalam memberikan perhatian terhadap kebutuhan anak sejak dini. Penguatan kapasitas perempuan diharapkan membuat keluarga semakin mampu menjalankan peran dalam mendukung kesehatan dan tumbuh kembang generasi mendatang.
Ketua DPD IPPRISIA Kaltim, Marliana Wahyuningrum, menyebut organisasinya juga memiliki program BINTANG atau Dapur Ibu Cerdas Indonesia Tanpa Stunting. Program tersebut dilaksanakan bersama mitra untuk mendampingi keluarga yang memiliki risiko stunting.
“Kita coba untuk bisa mengentaskan apa yang menjadi permasalahan besar bangsa ini bahwa Indonesia harus keluar dan bebas dari stunting,” kata Marliana.
Wahyu berharap kolaborasi yang dilakukan berbagai pihak dapat memberikan kontribusi nyata terhadap penurunan angka stunting di Kaltim. “Harapan kami khususnya dari IPPRISIA agar angka stunting ini bisa menjadi zero dan generasi anak dari kecil menjadi kuat, sehat, generasi emas tercapai, Kaltim menjadi sukses,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....