PWI Kaltim Kembali Teguhkan Semangat Kebangsaan di Kalangan Wartawan
- 17 Agt 2026 07:46 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Kantor PWI Kalimantan Timur menjadi momentum menghidupkan kembali nasionalisme di kalangan insan pers.
Upacara yang berlangsung di Jalan Biola Nomor 8 Samarinda, Senin, 17 Agustus 2026, tersebut menjadi catatan khusus bagi PWI Kaltim. Setelah sekitar dua dekade, organisasi pers itu kembali menggelar upacara bendera di lingkungan kantornya sendiri.
Ketua PWI Kalimantan Timur Abdurrahman Amin mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mengembalikan semangat kebangsaan dalam kehidupan pers. Menurutnya, nasionalisme dan patriotisme perlu terus dirawat, termasuk di kalangan wartawan yang sehari-hari bekerja menyampaikan informasi kepada masyarakat.
“Ini merupakan sejarah. Gedung PWI ini sudah berdiri hampir 40 tahun di Kalimantan Timur dan selama 20 tahun terakhir kami kembali menyelenggarakan upacara bendera di gedung PWI Kaltim,” kata Abdurrahman Amin.
Bagi PWI Kaltim, upacara tersebut tidak berhenti pada seremoni memperingati kemerdekaan. Ada pesan yang ingin ditegaskan bahwa kerja jurnalistik juga memiliki keterkaitan dengan perjalanan bangsa dan tanggung jawab kebangsaan.
Abdurrahman mengingatkan, PWI memiliki sejarah panjang dalam perjalanan Indonesia. Organisasi tersebut berdiri satu tahun setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan, sehingga keberadaan pers tidak dapat dilepaskan dari dinamika pembangunan bangsa.
Menurutnya, pers memiliki ruang kontribusi tersendiri dalam pembangunan. Wartawan tidak hanya menjalankan fungsi penyampaian informasi, tetapi juga dapat berpartisipasi melalui kerja-kerja jurnalistik yang bertanggung jawab.
“PWI tidak bisa dilepaskan dari sejarah berjalannya bangsa ini. PWI berdiri tepat satu tahun setelah kemerdekaan Indonesia, dan ideologi kita adalah bagaimana ikut membangun atau berpartisipasi terhadap pembangunan dengan cara kerja-kerja pers atau jurnalisme,” ujarnya.
Karena itu, momentum kemerdekaan dinilai relevan untuk kembali mengingat posisi pers dalam kehidupan berbangsa. Kebebasan pers perlu berjalan beriringan dengan tanggung jawab menjaga kepentingan publik dan nilai-nilai kebangsaan.
Hal menarik lainnya terlihat dari keterlibatan berbagai unsur pers dalam upacara tersebut. PWI Kaltim tidak hanya mengundang pengurus internal, tetapi juga menghadirkan perwakilan organisasi pers lainnya, pengurus Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia, serta sejumlah wartawan senior dan tokoh pers di Kalimantan Timur.
Kehadiran lintas organisasi tersebut memberi makna bahwa peringatan kemerdekaan menjadi ruang bersama bagi insan pers. Perbedaan organisasi tidak menghilangkan kesamaan tanggung jawab untuk menjaga kehidupan pers dan nilai-nilai kebangsaan.
Abdurrahman berharap pelaksanaan upacara tersebut dapat berkembang menjadi tradisi tahunan di lingkungan PWI Kaltim. Menurutnya, tradisi tersebut dapat menjadi pengingat bagi generasi wartawan mengenai hubungan antara kemerdekaan, pers, dan tanggung jawab sosial.
Ia juga berharap semangat kemerdekaan tidak berhenti setelah upacara selesai. Nilai tersebut diharapkan tercermin dalam setiap produk jurnalistik yang dihasilkan wartawan, terutama dalam menjaga kepentingan masyarakat dan kehidupan demokrasi.
“Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi tradisi tahunan. Tentu saja ini bentuk kontribusi bagi teman-teman pers, khususnya di organisasi wartawan, sehingga dalam menjalankan kegiatan pers ada semangat kemerdekaan, semangat ke-Indonesiaan, dan semangat nasionalisme,” ucapnya.
Upacara di halaman Kantor PWI Kaltim akhirnya bukan sekadar peringatan rutin setiap 17 Agustus. Momentum tersebut menjadi ruang refleksi bagi insan pers untuk melihat kembali posisi mereka dalam perjalanan Indonesia yang telah memasuki usia 81 tahun kemerdekaan.
Dari halaman kantor yang menjadi rumah bagi organisasi wartawan di Kalimantan Timur, pesan kemerdekaan itu kembali ditegaskan: pers memiliki kebebasan untuk bekerja, tetapi kebebasan tersebut tetap memiliki tanggung jawab untuk menjaga kepentingan publik, persatuan, dan Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....