BKKBN Soroti Pernikahan Usia Muda di Kaltim dan Kaltara
- 16 Agt 2026 12:34 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Upaya menekan pernikahan dan kehamilan pada usia muda menjadi salah satu perhatian dalam penguatan program Generasi Berencana atau GenRe di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Peran remaja melalui Forum Genre dinilai penting untuk memberikan edukasi dan membangun kesadaran di lingkungan sebaya.
Sekretaris Perwakilan KemendukBangga/BKKBN Kalimantan Timur, Muslimin, mengatakan masih terdapat pekerjaan rumah terkait angka kelahiran pada kelompok perempuan usia 15 hingga 19 tahun. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kehamilan pada usia muda dapat berdampak terhadap kesempatan remaja melanjutkan pendidikan dan mengembangkan potensi.
“Angkanya Kaltim dan Kaltara juga masih cukup tinggi, di atas 20. Artinya, dari 1.000 wanita yang pertama kali melahirkan, masih ada sekitar 22 yang usianya 15 sampai 19 tahun,” kata Muslimin.
Menurut Muslimin, usia 15 hingga 19 tahun seharusnya menjadi masa bagi remaja untuk memperoleh pendidikan dan mengembangkan kreativitas. Jika pada usia tersebut sudah memiliki tanggung jawab sebagai orang tua, ruang dan kesempatan untuk meningkatkan kapasitas diri dikhawatirkan menjadi lebih terbatas.
Muslimin juga mengaitkan persoalan pernikahan usia muda dengan risiko masalah kesehatan keluarga, termasuk stunting. Menurutnya, kesiapan ekonomi dan pengetahuan keluarga menjadi faktor penting dalam memastikan ibu dan anak memperoleh asupan gizi serta layanan kesehatan yang memadai.
“Bagaimana kita mau bisa mencapai bonus demografi kalau ternyata di usia itu kita harus sudah mengurus anak dan segala macam? Tidak ada ruang dan waktu untuk menempuh pendidikan setinggi-tingginya, meningkatkan kreativitas seluas-luasnya, dan akhirnya berkontribusi untuk bangsa dan negara,” ujarnya pada Sabtu 15 Agustus 2026.
Karena itu, Forum Genre diharapkan dapat menjadi ruang konsultasi bagi remaja, terutama melalui pendekatan teman sebaya. Muslimin menyebut remaja cenderung lebih nyaman bercerita kepada teman seusianya, sehingga Duta Genre memiliki posisi strategis dalam menyampaikan edukasi mengenai perencanaan kehidupan berkeluarga.
Muslimin menegaskan, program GenRe tidak hanya berbentuk slogan atau kegiatan seremonial. “Genre nanti tidak sekadar slogannya, tapi ini nanti bisa menjadi tools bagi kementerian kita dalam menyiapkan generasi di masa mendatang,” kata Muslimin.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....