Dewan Adat Dayak Kaltim Ingatkan Masyarakat Tak Mudah Sebarkan Informasi Hoaks
- 15 Agt 2026 09:37 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Ketua Umum Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Timur, Viktor Yuan, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai dan menyebarkan informasi yang beredar di media sosial. Masyarakat diminta melakukan pemeriksaan ulang terhadap informasi sebelum membagikannya kepada orang lain.
Viktor mengatakan perkembangan teknologi informasi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), membuat informasi dapat diproduksi dan disebarkan dengan cepat. Kondisi tersebut berpotensi dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memengaruhi pola pikir masyarakat.
Menurut Viktor, informasi yang telah dimodifikasi menggunakan teknologi dapat terlihat meyakinkan meskipun belum tentu sesuai dengan fakta. Karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kemampuan memilah informasi agar tidak menjadi bagian dari penyebaran hoaks.
“Sekarang ini banyak teknologi, IT dan sebagainya, seperti AI. Itu bisa diolah oleh orang yang tidak bertanggung jawab, memakai akun-akun yang tidak bertanggung jawab juga, akhirnya bisa memengaruhi pikiran dan mindset masyarakat,” kata Viktor Yuan.
Ia meminta masyarakat tidak langsung membagikan informasi yang baru diterima, terutama apabila sumber dan kebenarannya belum jelas. Langkah sederhana seperti bertanya kepada pihak yang dipercaya atau melakukan pemeriksaan silang dinilai dapat mencegah penyebaran informasi palsu.
Viktor mengaku salah satu cara yang dilakukannya ketika menerima informasi adalah melakukan pengecekan melalui mesin pencari. Menurutnya, langkah tersebut dapat membantu mengetahui apakah sebuah informasi memiliki dasar yang benar atau justru merupakan berita palsu.
“Jangan cepat-cepat di-share. Ditanya dulu kepada teman atau atasan dan sebagainya, benarkah berita ini, atau di-cross-check dulu. Biasa saya setelah saya lihat berita, saya cross-check di Google,” ujarnya pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Viktor berharap masyarakat Kaltim semakin bijak menggunakan teknologi dan media sosial. Menurutnya, sikap kritis terhadap informasi penting dilakukan untuk menjaga persatuan sekaligus mencegah hoaks memicu keresahan dan mengganggu kondusivitas daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....