Turbulensi Fiskal, Balikpapan Pangkas Anggaran HUT RI ke-81 Demi Layanan Publik
- 11 Agt 2026 13:39 WIB
- Samarinda
RRI.CO.iD,Balikpapan - Postur anggaran pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, dinilai sedang mengalami penurunan atau turbulensi fiskal yang signifikan jika dibandingkan dengan periode 2023 hingga 2027. Kondisi ini berdampak langsung pada kemampuan alokasi anggaran daerah, termasuk di Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kota Balikpapan, dalam menyelenggarakan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 tahun ini.
Menanggapi fenomena tersebut, Pengamat Kebijakan Publik Kaltim, Syaiful Bahri sekaligus Akademisi Unmul ini menegaskan bahwa penyesuaian anggaran perayaan merupakan langkah yang logis. Pembatasan anggaran seremonial dinilai lebih etis di tengah pengetatan anggaran belanja publik untuk kebutuhan dasar masyarakat.
"Tidak logis apabila belanja untuk pelayanan publik masyarakat sangat dibatasi, namun peringatan HUT RI justru dilakukan secara jorjoran atau berlebihan," ujarnya kepada RRI pada Selasa, 11 Agustuts 2026.
Menurutnya, esensi utama dari peringatan kemerdekaan bukan terletak pada kemegahan acara seremonial atau penghamburan anggaran. Momentum ini seharusnya menjadi ruang refleksi untuk mengingat jasa para pahlawan pendiri bangsa, memperkuat tekad menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta berpartisipasi nyata dalam mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur sesuai amanat Konstitusi.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa sebagai wilayah yang kaya akan sumber daya alam (SDA), masyarakat Kaltim dan Balikpapan sudah sepatutnya merasakan kemerdekaan yang hakiki. Kemerdekaan tersebut direfleksikan melalui pengejawantahan Pasal 33 UUD 1945, di mana kekayaan alam dikelola sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat luas, bukan hanya demi kepentingan segelintir kelompok atau kapitalis.
"Kemerdekaan yang sebenarnya adalah saat masyarakat merasakan manfaat nyata dari pengelolaan SDA, baik secara langsung maupun melalui optimalisasi pajak dan retribusi. Selain itu, jaminan kebebasan berpendapat, berkumpul, serta kemudahan dalam berusaha tanpa adanya pemberangusan juga menjadi indikator kemerdekaan yang nyata," kata Syaiful Bahri.
Di akhir penyataannya, ia mengimbau seluruh instrumen dan komponen bangsa untuk berkomitmen mengedepankan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi. Langkah konkrit seperti menolak keras praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) dinilai jauh lebih bermakna daripada sekadar perayaan seremonial.
"Sangat kontradiktif apabila kita merdeka dari penjajahan asing, namun di sisi lain jumlah masyarakat miskin bertambah, ketimpangan ekonomi melebar, dan angka korupsi terus meningkat. Mengisi kemerdekaan sekarang harus diwujudkan dalam bentuk kerja nyata, bukan sekadar seremonial belaka," kata Saiful menutup perbincangan melalui sambungan telpon.
Beberapa kota di Kalimantan Timur, seperti Balikpapan dan Samarinda, melaksanakan kegiatan peringatan HUT ke-81 RI pada 17 Agustus 2026 secara lebih sederhana dan terbatas akibat penyesuaian fiskal serta efisiensi anggaran. Pemerintah Kota Balikpapan memindahkan lokasi upacara yang semula di BSCC Dome ke halaman Balai Kota Balikpapan. Langkah ini diambil untuk efisiensi anggaran, dengan membatasi jumlah tamu undangan secara ketat dan menekan biaya agar tidak mencapai Rp1 miliar.
Asisten I Bidang Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Balikpapan, Zulkifliç, menyatakan bahwa pemerintah0 kota memusatkan seluruh rangkaian peringatan HUT ke-81 RI di halaman Balai Kota Balikpapan.
"Kami menyesuaikan kegiatan dengan suasana efisiensi tahun ini," ujarnya kepada RRI beberapa waktu lalu.
Pada peringatan 17 Agustus 2026, Pemerintah Kota Balikpapan hanya mengundang sepertiga dari total tamu biasanya. Jumlah tersebut berkurang drastis dibandingkan dengan tahun lalu yang menghadiri 4.000 tamu. Meskipun demikian, Zulkifli menegaskan bahwa perubahan lokasi tidak akan mengurangi kekhidmatan upacara. Hal ini karena momentum peringatan tersebut lebih mengutamakan makna sejarah perjuangan para pahlawan dan pendiri bangsa.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Yono Suherman, mengatakan, perayaan kemerdekaan RI memang seharusnya di adakan secara sederhana sesuai arahan Presiden RI. " Setiap anggaran yang menghabiskan anggaran banyak seperti upacara,perjalanan dinas serta rapat yang harusnya secara sederhana," ucap Yono.
Meski upacara peringatan 17 Agustus 2016 ini tidak menghilangkan rasa hikmat pada momen bersejarah rakyat Indonesia di kota Balikpapan.
Rangkaian kegiatan lomba banyak digelar disekolah RT dengan partisipasi warga momen kemerdekaan bisa disambut dengan sukacita dan rasa syukur serta menjaga toleransi antar sesama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....