MTI Kaltim Soroti Bahaya Jalur Pelayaran di Bawah Jembatan Mahakam
- 06 Agt 2026 07:22 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Sungai Mahakam memiliki peran strategis sebagai urat nadi perekonomian Kalimantan Timur. Sungai sepanjang sekitar 980 kilometer tersebut menjadi jalur utama pergerakan tongkang batu bara, kapal kayu, ponton minyak sawit mentah atau CPO, serta kapal penumpang.
Namun, tingginya aktivitas pelayaran juga memunculkan persoalan keselamatan di sejumlah titik. Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia Wilayah Kalimantan Timur, Tiopan H. M. Gultom, mengatakan salah satu persoalan utama berada di kawasan kolong jembatan yang mengalami penyempitan alur.
“Karakter Sungai Mahakam yang relatif sempit, sementara dilintasi kapal dan tongkang berukuran besar, menyebabkan titik kemacetan paling kritis berada di bawah jembatan,” kata Tiopan.
Tiopan menjelaskan, Jembatan Mahakam, Jembatan Mahakam Ulu atau Mahulu, Jembatan Mahkota II, dan Jembatan Kutai Kartanegara menjadi simpul yang perlu mendapat perhatian. Lebar alur di antara pilar jembatan lebih sempit dibandingkan lebar sungai secara keseluruhan sehingga kapal besar harus melintas secara bergantian.
Kondisi tersebut diperparah oleh keberadaan tongkang yang bertambat tanpa izin di sekitar jalur pelayaran. Tambatan liar dapat mengurangi ruang manuver kapal dan meningkatkan risiko kecelakaan bagi kapal yang melintas.
“Area yang seharusnya bebas hambatan justru berubah menjadi kawasan berisiko tinggi karena ruang gerak kapal semakin terbatas,” ujarnya pada Kamis 6 Agustus 2026.
Tiopan menambahkan, kepadatan alur dapat meningkat pada puncak musim penghujan, terutama antara Desember hingga Februari. Naiknya muka air sungai dan meningkatnya pergerakan tongkang dari wilayah hulu menuju muara membuat pengaturan lalu lintas kapal perlu dilakukan secara lebih ketat.
MTI Kaltim mendorong penetapan zona larangan tambat atau no-anchorage zone di sekitar seluruh jembatan utama. Selain itu, pemerintah dan pemangku kepentingan perlu menyiapkan area labuh sementara agar antrean kapal tidak menumpuk di kawasan kolong jembatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....