Permintaan Batu Bara Naik, Perdagangan Kaltim Dipengaruhi Perkembangan Global

  • 05 Agt 2026 14:58 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Perkembangan perdagangan Kalimantan Timur pada Juni 2026 turut dipengaruhi perubahan permintaan komoditas dan kondisi ekonomi global. Sejumlah mitra dagang utama mencatat peningkatan impor batu bara, sementara harga minyak mentah dunia mengalami penurunan.

Kepala BPS Kalimantan Timur, Mas’ud Rifai, mengatakan impor batu bara China mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya. Pada Juni 2026, volume impor batu bara China naik dari 33,27 juta ton menjadi 42,78 juta ton.

“Impor batu bara China mengalami peningkatan dari 33,27 juta ton menjadi 42,78 juta ton pada Juni 2026 atau meningkat sebesar 28,6 persen secara bulanan,” kata Mas’ud Rifai dalam Rilis Inflasi, Pariwisata, Transportasi, Nilai Tukar Petani, serta Ekspor dan Impor Kalimantan Timur, pada Senin 3 Agustus 2026.

Korea Selatan juga mencatat peningkatan impor batu bara termal. Pada Juni 2026, impor batu bara termal Korea Selatan mencapai 7,3 juta ton atau meningkat 8,5 persen secara bulanan dan naik 41 persen secara tahunan.

“Impor batu bara termal Korea Selatan pada Juni 2026 sebesar 7,3 juta ton. Angka tersebut meningkat 8,5 persen secara month to month dan naik 41 persen secara year on year,” ujarnya.

Peningkatan permintaan tersebut sejalan dengan kenaikan harga acuan batu bara termal Asia. Harga ICE Newcastle Coal Futures meningkat dari sekitar 132 dolar Amerika Serikat per ton menjadi 143,95 dolar Amerika Serikat per ton pada akhir Juni 2026.

Berbeda dengan batu bara, harga minyak mentah dunia mengalami penurunan cukup signifikan. Harga minyak turun dari sekitar 105 dolar Amerika Serikat per barel pada Mei 2026 menjadi sekitar 74 dolar Amerika Serikat per barel pada akhir Juni 2026 atau turun sekitar 30,48 persen secara bulanan.

“Penurunan harga minyak dunia dipengaruhi oleh meredanya konflik di kawasan Timur Tengah serta kembali lancarnya distribusi minyak melalui Selat Hormuz,” kata Mas'ud.

Pada Juni 2026, Kalimantan Timur juga menambah sejumlah mitra dagang utama untuk ekspor minyak kelapa sawit, antara lain Aljazair, Bangladesh, India, dan Turki. Perluasan pasar tersebut diharapkan dapat memperkuat kinerja ekspor daerah serta membuka peluang peningkatan perdagangan komoditas unggulan Kalimantan Timur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....