MTI Kaltim: Angkutan Barang Lebih Realistis Jadi Prioritas

  • 05 Agt 2026 06:58 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Pengembangan Kereta Trans Kalimantan dinilai lebih realistis jika tahap awal difokuskan pada angkutan barang. Potensi volume komoditas dari sektor pertambangan, perkebunan, dan industri pengolahan dinilai telah tersedia serta dapat menjadi dasar perhitungan kelayakan proyek.

Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Wilayah Kalimantan Timur, Tiopan H. M. Gultom, mengatakan kebutuhan angkutan barang di Kalimantan Timur relatif lebih mudah diukur dibandingkan permintaan angkutan penumpang. Batu bara, CPO, kayu, serta produk industri pengolahan menjadi sumber muatan yang dapat menopang operasional jalur rel.

Menurut Tiopan, trase kereta perlu dirancang secara langsung dari kawasan produksi menuju pelabuhan ekspor atau kawasan industri. Pola tersebut akan meningkatkan efisiensi distribusi sekaligus mengurangi beban angkutan berat di jalan umum.

“Potensi permintaan angkutan barang sebenarnya sudah ada dan dapat diukur. Tantangannya adalah memastikan trase, kelayakan finansial, serta skema pembiayaan yang mampu menjamin keberlanjutan proyek,” ujarnya.

Sementara itu, kebutuhan kereta penumpang di Kalimantan Timur masih memerlukan kajian lebih mendalam. Persebaran penduduk yang tidak terkonsentrasi serta tersedianya jaringan jalan dan penerbangan membuat potensi jumlah penumpang belum sekuat wilayah Jawa maupun Sumatra.

Tiopan menilai koridor Samarinda-Balikpapan-IKN memiliki peluang yang lebih realistis untuk dikembangkan sebagai jalur penumpang. Kawasan tersebut berpotensi menjadi pusat kegiatan pemerintahan, bisnis, dan layanan baru yang dapat meningkatkan mobilitas masyarakat.

Meski demikian, pembangunan jalur penumpang sebaiknya tidak dilakukan hanya berdasarkan asumsi pertumbuhan IKN. Pemerintah daerah bersama Bappeda perlu menyusun studi mobilitas yang memuat proyeksi jumlah penumpang, pola perjalanan, serta kebutuhan layanan transportasi dalam jangka panjang.

Tiopan menambahkan jalur penumpang dapat dikembangkan sebagai bagian dari jaringan logistik yang telah memiliki basis ekonomi kuat. "Dengan pendekatan bertahap, pembangunan rel dapat menghindari risiko tingkat okupansi rendah sekaligus memastikan investasi memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," katanya pada Rabu 5 Juli 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....