Listrik 24 Jam Masuk Desa, Bupati Kutim Targetkan Ekonomi Lokal Kian Bergeliat
- 01 Agt 2026 21:12 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Sangatta - Setelah bertahun-tahun hanya menikmati listrik pada malam hari, warga Desa Senambah dan Desa Mulupan, Kecamatan Muara Bengkal, kini akhirnya dapat menikmati aliran listrik selama 24 jam. Kehadiran layanan tersebut diyakini akan membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, mengatakan ketersediaan listrik sepanjang hari menjadi modal penting bagi desa untuk mengembangkan berbagai potensi ekonomi. Menurutnya, masyarakat kini memiliki kesempatan lebih luas mengolah hasil pertanian, perkebunan, maupun produk kerajinan tanpa terkendala keterbatasan pasokan listrik.
"Ketika listrik tersedia selama 24 jam, masyarakat memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan usaha. Produk lokal dapat diolah langsung di desa sehingga memiliki nilai tambah dan tidak hanya dijual sebagai bahan mentah," ujar Ardiansyah di Sangatta, Jumat 31 Juli 2026.
Layanan listrik penuh mulai dinikmati warga sejak 28 Juli 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-76 Desa Senambah. Dengan beroperasinya jaringan listrik selama sehari penuh, seluruh desa di Kecamatan Muara Bengkal kini telah memperoleh akses listrik 24 jam.
Ardiansyah menyebut hadirnya listrik bukan sekadar memenuhi kebutuhan penerangan, tetapi juga menjadi fondasi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Berbagai aktivitas usaha yang sebelumnya terhenti saat malam kini dapat terus berjalan, termasuk kegiatan perdagangan, industri rumahan, hingga pelayanan masyarakat.
Ia mengapresiasi dukungan PLN bersama seluruh pihak yang terlibat dalam penyediaan infrastruktur kelistrikan tersebut. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, lanjutnya, juga akan melanjutkan pembangunan infrastruktur penunjang, termasuk peningkatan ruas jalan Ngayau–Senambah–Mulupan yang ditargetkan rampung pada 2028 hingga 2029.
Selain itu, Ardiansyah mengajak masyarakat ikut menjaga fasilitas kelistrikan agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
"Kita memiliki tanggung jawab bersama untuk merawat fasilitas yang sudah dibangun. Dengan begitu, pemerintah dapat melanjutkan pembangunan sektor lainnya," katanya.
Kepala Desa Senambah Ahmad Lamo menyambut baik hadirnya layanan listrik selama 24 jam. Menurutnya, manfaat yang dirasakan masyarakat tidak hanya pada sektor ekonomi, tetapi juga pendidikan, kegiatan sosial, hingga aktivitas budaya di desa.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Mulupan, Riansyah. Ia berharap peningkatan layanan kelistrikan diikuti dengan pembangunan infrastruktur dasar lainnya, seperti akses jalan dan penyediaan air bersih, sehingga perkembangan ekonomi masyarakat dapat berlangsung lebih optimal.
Sementara itu, Camat Muara Bengkal, Mansyur Ady, menilai kolaborasi antara pemerintah dan perusahaan perlu terus diperkuat untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di wilayah tersebut.
Perwakilan PLN UP3 Bontang, Sri Wahyuningsih, mengatakan pemerataan layanan listrik hingga ke pelosok merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat. Selain menopang kegiatan ekonomi, kehadiran listrik juga diharapkan mampu memperkuat layanan pendidikan dan kesehatan di desa-desa terpencil.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....