Forum Pemuda Anti LGBT Samarinda Tolak Aksi Diskriminatif terhadap Kelompok LGBT
- 27 Jul 2026 08:48 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Forum Pemuda Anti LGBT Samarinda menegaskan penolakan terhadap tindakan diskriminatif maupun aksi main hakim sendiri terhadap kelompok LGBT. Organisasi tersebut menilai pendekatan edukasi dan pembinaan jauh lebih efektif dibanding tindakan intimidasi yang berpotensi menimbulkan pelanggaran hukum.
Pernyataan itu disampaikan menyusul munculnya berbagai video di media sosial yang memperlihatkan aksi sekelompok pemuda di sejumlah daerah melakukan persekusi terhadap pria berpenampilan feminin atau yang kerap disebut "boti". Forum Pemuda Anti LGBT Samarinda memastikan gerakan yang mereka bangun tidak mengarah pada tindakan serupa.
Kepala Bidang Humas Forum Pemuda Anti LGBT Samarinda, Khaidir Mudi, mengatakan forum yang dibentuk di Samarinda lebih mengedepankan pendekatan persuasif dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai dampak yang menurut mereka berkaitan dengan isu LGBT, tanpa melakukan diskriminasi terhadap individu.
"Kalau gerakan Forum Pemuda Anti LGBT ini, kami sama-sama merangkul untuk mengetahui apa itu LGBT tanpa adanya diskriminasi. Karena kalau kita mendiskriminasi kaum-kaum ini, sama saja kita melakukan hal-hal yang salah. Jadi lebih baik kita sama-sama merangkul dan memberikan pemahaman dengan baik mengenai dampaknya," ujar Khaidir kepada rri.co.id Senin 27 Juli 2026.
Menurutnya, perbedaan pandangan terhadap suatu persoalan sosial tidak boleh menjadi alasan untuk melakukan tindakan yang mengarah pada intimidasi ataupun kekerasan. Ia menilai penyampaian edukasi harus tetap dilakukan secara santun agar pesan yang disampaikan dapat diterima masyarakat, khususnya kalangan muda.
Khaidir menjelaskan Forum Pemuda Anti LGBT Samarinda lahir dari inisiatif sejumlah anak muda yang memiliki kepedulian terhadap isu kesehatan, psikologi, dan sosial. Melalui forum tersebut, mereka berupaya membuka ruang diskusi serta sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya memahami berbagai risiko yang mereka nilai perlu diketahui generasi muda.
Ia berharap keberadaan forum tersebut dapat menjadi wadah edukasi, bukan sekadar menyuarakan aspirasi. Menurutnya, pendekatan dialog akan lebih efektif membangun kesadaran dibanding tindakan yang memicu konflik di tengah masyarakat.
"Harapan kami, anak-anak muda khususnya di Samarinda bisa mengetahui dampaknya, mulai dari aspek kesehatan, psikologi, maupun sosial lainnya," katanya.
Forum Pemuda Anti LGBT Samarinda juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kondusivitas Kota Samarinda dengan mengedepankan dialog, edukasi, dan penghormatan terhadap proses hukum. Menurut Khaidir, setiap persoalan sosial sebaiknya diselesaikan melalui pendekatan yang humanis serta melibatkan pemerintah, tokoh agama, tenaga kesehatan, dan masyarakat sehingga upaya memberikan pemahaman kepada generasi muda dapat berjalan tanpa memunculkan tindakan diskriminatif maupun kekerasan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....