BMKG Prediksi Curah Hujan Kaltim Rendah Hingga Akhir Juli
- 22 Jul 2026 08:18 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi APT Pranoto Samarinda memprakirakan sebagian besar wilayah Kalimantan Timur akan mengalami curah hujan kategori rendah hingga akhir Juli 2026. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat, terutama pelaku sektor pertanian, perkebunan, dan aktivitas luar ruangan.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III APT Pranoto Samarinda, Riza Arian Noor, mengatakan curah hujan pada Dasarian III Juli 2026 diperkirakan berada pada kisaran 0–50 milimeter (mm). Meski peluang terjadinya hujan masih mencapai 70 hingga lebih dari 90 persen, intensitas hujan yang turun diprediksi relatif rendah di sebagian besar wilayah Kalimantan Timur.
"Sebagian besar wilayah Provinsi Kalimantan Timur diprediksi akan mengalami curah hujan kategori rendah, yakni berkisar 0 hingga 50 milimeter pada Dasarian III Juli 2026," ujar Riza dalam keterangan resminya, Selasa 21 Juli 2026 dilansir dari rilis Pemprov Kaltim.
BMKG juga memprakirakan wilayah Kalimantan Timur bagian selatan dan timur menerima curah hujan yang lebih rendah, bahkan kurang dari 20 mm selama periode 21–31 Juli 2026. Sementara berdasarkan prakiraan deterministik sifat hujan, sebagian besar wilayah Kaltim diprediksi mengalami sifat hujan Bawah Normal, yakni hanya mencapai 31–84 persen dibandingkan kondisi klimatologisnya.
Selain itu, BMKG mencatat mayoritas wilayah Kalimantan Timur saat ini sedang mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) dengan durasi yang bervariasi. Rentangnya mulai dari kategori sangat pendek, yaitu satu hingga lima hari, hingga kategori menengah selama 11–20 hari.
Durasi Hari Tanpa Hujan terpanjang tercatat di Kecamatan Siluq Ngurai, Kabupaten Kutai Barat, yang telah mengalami 19 hari berturut-turut tanpa hujan. Kondisi tersebut menjadi indikator menguatnya periode kering di sejumlah wilayah Kalimantan Timur menjelang akhir Juli.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terbaru karena kondisi atmosfer dapat berubah secara dinamis. Kewaspadaan perlu ditingkatkan, terutama bagi petani, pelaku perkebunan, serta masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan agar dapat mengantisipasi dampak cuaca selama periode curah hujan rendah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....