Dinas Pariwisata Kaltim Nilai Perfilman Daerah Tumbuh dari Kekuatan Komunitas
- 15 Jul 2026 13:57 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Peluncuran Rumah Digital Entertainment dan Short Movie di Temindung Creative Hub, Samarinda, menjadi momentum untuk memperkuat perkembangan perfilman di Kalimantan Timur. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menilai ekosistem perfilman daerah terus menunjukkan kemajuan melalui berbagai komunitas yang aktif memproduksi karya, membangun jejaring, serta menyelenggarakan berbagai kegiatan perfilman.
Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kalimantan Timur, Awang Khalik, mengatakan industri perfilman di Kaltim memang belum terbentuk secara utuh. Namun, menurutnya, aktivitas komunitas film di berbagai daerah menunjukkan bahwa fondasi menuju industri tersebut sudah mulai terbentuk dan terus berkembang.
"Di Kaltim belum ada industri perfilman, betul. Tapi teman-teman sudah mengarah ke sana. Yang belum ada itu mungkin kolaborasi saja," kata Awang Khalik pada Rabu 15 Juli 2026.
Awang menjelaskan, sejumlah komunitas film di Samarinda, Tenggarong, dan Balikpapan telah aktif menghasilkan berbagai karya dan menyelenggarakan kegiatan kreatif. Di Samarinda terdapat komunitas seperti Indi Film, Layar Mahakam, dan Wisma Film, sementara di Tenggarong maupun Balikpapan juga tumbuh komunitas-komunitas yang terus mendorong perkembangan perfilman daerah, termasuk melalui penyelenggaraan Balikpapan Film Festival.
"Pemerintah tidak ingin bersaing dengan inisiatif yang telah dibangun komunitas. Sebaliknya, Dinas Pariwisata mengambil peran sebagai fasilitator dengan memberikan dukungan berupa penyediaan ruang berkegiatan, bantuan penyelenggaraan, hingga pendampingan program-program perfilman agar ekosistem kreatif dapat berkembang secara berkelanjutan," ujar Awang.
Selain itu, Dinas Pariwisata Kaltim juga akan menggelar Festival Film Pendek pada Agustus 2026 yang terbuka bagi pelajar SMP, SMA, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Awang mengatakan minat masyarakat terhadap dunia perfilman cukup tinggi, terbukti pada penyelenggaraan sebelumnya jumlah peserta mencapai sekitar 350 orang. Menurutnya, film pendek kini semakin mudah diproduksi karena dapat dibuat menggunakan telepon pintar dengan durasi sekitar lima hingga lima belas menit.
Melalui kehadiran Rumah Digital Entertainment, Awang berharap seluruh komunitas perfilman di Kalimantan Timur memiliki ruang bersama untuk berkolaborasi, menggelar workshop, pelatihan akting, penulisan skenario, hingga pitching karya. Ia optimistis sinergi antarkomunitas, dukungan pemerintah, dan semakin banyaknya ruang kreatif akan menjadi modal penting dalam mewujudkan industri perfilman Kalimantan Timur yang lebih kuat, mandiri, dan mampu menghasilkan karya berdaya saing di tingkat nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....