Akses Jalan menuju Desa Sekerat Masih Jadi Kendala Pengembangan Pariwisata

  • 13 Jul 2026 13:06 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Sekerat - Potensi wisata yang dimiliki Desa Sekerat, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, dinilai sangat menjanjikan. Namun, upaya menjadikan desa tersebut sebagai destinasi wisata unggulan masih menghadapi tantangan pada aspek infrastruktur, terutama kondisi akses jalan menuju kawasan wisata.

Hal tersebut disampaikan Kepala Desa Sekerat, Sunan Dhika, usai penutupan Festival Sekerat Nusantara (FSN) V Tahun 2026, Minggu 12 Juli 2026. Menurutnya, peningkatan akses jalan menjadi kebutuhan mendesak agar pengembangan sektor pariwisata dapat berjalan lebih optimal.

Sunan menjelaskan, terdapat jalan kabupaten sepanjang kurang lebih 18 kilometer menuju Desa Sekerat yang masih memerlukan peningkatan kualitas. Kondisi tersebut dinilai memengaruhi kenyamanan wisatawan serta distribusi barang dan jasa yang menopang kegiatan ekonomi masyarakat.

"Potensi wisata kami sudah cukup lengkap, tetapi akses menuju Desa Sekerat masih menjadi pekerjaan rumah. Kami berharap Pemerintah Kabupaten Kutai Timur bersama perusahaan yang beroperasi di wilayah ini dapat mendukung percepatan peningkatan kualitas jalan agar wisatawan semakin mudah berkunjung," ujar Sunan.

Menurutnya, keberhasilan membangun sebuah destinasi wisata tidak hanya ditentukan oleh keindahan alam, tetapi juga kemudahan akses bagi wisatawan. Tanpa infrastruktur yang memadai, potensi wisata yang besar akan sulit berkembang secara maksimal.

Sunan mengatakan, Desa Sekerat memiliki beragam destinasi yang dapat dikembangkan, mulai dari garis pantai sepanjang sekitar lima kilometer, kawasan laut, persawahan seluas 61 hektare, pegunungan, air terjun, hingga lokasi olahraga dirgantara paralayang. Seluruh potensi tersebut membutuhkan dukungan infrastruktur agar mampu menarik lebih banyak wisatawan.

Ia menegaskan, pengembangan pariwisata harus dibangun melalui tiga unsur utama, yakni akses, atraksi, dan kelembagaan. Ketiga aspek tersebut harus berjalan beriringan agar desa wisata mampu tumbuh secara berkelanjutan.

"Atraksi wisata sudah kami miliki, mulai dari budaya Belian Sempekat, panorama alam hingga olahraga paralayang. Kelembagaan juga terus kami perkuat melalui Pokdarwis dan Karang Taruna. Sekarang yang perlu terus didorong adalah peningkatan akses menuju desa," katanya.

Selain infrastruktur jalan, Pemerintah Desa Sekerat juga terus memperkuat kelembagaan pariwisata dengan melibatkan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Karang Taruna, dan masyarakat dalam pengelolaan destinasi. Langkah tersebut dilakukan agar manfaat ekonomi dari sektor pariwisata dapat dirasakan langsung oleh warga.

Sebelumnya, Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman, juga menegaskan Desa Sekerat memiliki modal besar untuk berkembang menjadi destinasi wisata unggulan. Menurutnya, kekayaan alam yang dipadukan dengan budaya lokal merupakan aset yang harus didukung melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.

"Potensi yang dimiliki Desa Sekerat adalah aset daerah yang harus terus dikembangkan. Kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci agar potensi tersebut benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Ardiansyah.

Melalui Festival Sekerat Nusantara V, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur berharap pembangunan infrastruktur dan pengembangan pariwisata dapat berjalan beriringan. Dengan akses yang semakin baik, Desa Sekerat diyakini mampu berkembang sebagai salah satu destinasi wisata unggulan yang memberikan dampak nyata bagi perekonomian masyarakat.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....