BPS Kaltim Dorong Tata Kelola Big Data untuk Perkuat Statistik Berkualitas

  • 11 Jul 2026 12:58 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur menggelar ALINEA (Align the Idea) Episode 16 yang membahas tata kelola pemanfaatan big data untuk referensi statistik menggunakan kerangka kerja COBIT 2019, pada Jumat 10 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi wadah berbagi hasil kajian dan inovasi dalam mendukung transformasi statistik berbasis teknologi informasi.

Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Kalimantan Timur, Ridha Asih, memaparkan penelitian yang dilakukan di BPS Kota Balikpapan. Kajian tersebut berfokus pada penyusunan tata kelola pemanfaatan big data sebagai pelengkap referensi statistik, khususnya dalam identifikasi unit usaha.

Menurut Ridha, tantangan terbesar yang dihadapi BPS saat ini adalah semakin sulitnya memperoleh partisipasi pelaku usaha dalam survei maupun sensus. "Kondisi tersebut dipengaruhi tingginya dinamika keluar masuk unit usaha, terutama pada sektor informal yang belum seluruhnya terdaftar," ujarnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, BPS Balikpapan mulai memanfaatkan teknik web scraping guna memperoleh data dari berbagai situs internet. Informasi yang berhasil dihimpun kemudian dijadikan pelengkap kerangka sampel utama yang telah disusun oleh BPS Pusat.

Namun demikian, data hasil scraping memiliki karakteristik yang beragam dan belum terstruktur. Oleh karena itu diperlukan tata kelola yang mampu memastikan proses pengolahan berlangsung secara transparan, akuntabel, dan efisien sehingga kualitas data tetap terjaga.

Ridha menjelaskan penelitian ini menggunakan kerangka kerja COBIT 2019 sebagai acuan dalam merancang tata kelola teknologi informasi. Pendekatan tersebut difokuskan pada aspek tata kelola, bukan pada implementasi teknis maupun pengembangan sistem.

"Kami memerlukan tata kelola yang dapat memastikan setiap proses berjalan secara transparan, akuntabel, dan efisien sehingga risiko penggunaan big data dapat diminimalkan serta meningkatkan kepercayaan para pemangku kepentingan," ujar Ridha Asih.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....