Selili Berselawat Hadirkan Semangat Kerelawanan, Tim Medis Mengabdi tanpa Pamrih

  • 10 Jul 2026 16:33 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Kesuksesan penyelenggaraan Selili Berselawat yang dihadiri ribuan jamaah tidak hanya ditopang oleh panitia dan penceramah, tetapi juga semangat para relawan yang memilih mengabdi tanpa mengharapkan imbalan. Salah satunya ditunjukkan tim medis dan ambulans yang bersiaga selama kegiatan berlangsung.

Pimpinan Majelis Al-Hawi, Andi Muhammad Nuh, mengatakan kehadiran relawan kesehatan menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan nyaman bagi jamaah.

Menurutnya, sejak awal memang banyak pihak yang menawarkan bantuan. Namun, tidak semuanya dapat direalisasikan karena sebagian meminta biaya operasional. Di sisi lain, terdapat relawan yang memilih hadir sepenuhnya atas dasar kepedulian.

"Alhamdulillah, relawan dan tim medis yang hadir memang murni berniat membantu karena Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Dua ambulans yang bersiaga datang tanpa mengharapkan imbalan apa pun," ujarnya saat dikonfirmasi rri.co.id, Jumat 10 Juli 2026.

Ia mengungkapkan, keberadaan ambulans merupakan langkah antisipasi mengingat jumlah jamaah yang memadati lokasi acara cukup besar. Meski demikian, hingga kegiatan berakhir tidak ada kondisi darurat yang mengharuskan ambulans melakukan evakuasi.

"Alhamdulillah ambulans tidak sampai bergerak sama sekali. Itu yang memang kita harapkan, karena keberadaannya hanya untuk mengantisipasi apabila ada jamaah yang membutuhkan pertolongan," katanya.

Menurut Andi, keterlibatan para relawan menunjukkan bahwa semangat gotong royong masih tumbuh kuat di tengah masyarakat. Bukan hanya panitia, banyak pihak ikut berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing demi menyukseskan kegiatan keagamaan tersebut.

Ia berharap budaya kerelawanan seperti itu dapat terus dipelihara dalam berbagai kegiatan sosial maupun keagamaan. Baginya, kepedulian masyarakat menjadi modal penting dalam membangun kebersamaan dan memperkuat solidaritas sosial.

Fenomena tersebut juga memperlihatkan bahwa penyelenggaraan kegiatan berskala besar tidak hanya bergantung pada kemampuan panitia, tetapi juga pada partisipasi masyarakat yang bersedia menyumbangkan tenaga, waktu, dan keahlian secara sukarela.

Semangat kerelawanan inilah yang menjadi salah satu kekuatan di balik suksesnya Selili Berselawat, sekaligus mempertegas bahwa nilai gotong royong tetap hidup di tengah masyarakat Kota Samarinda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....