BPBD PPU Verifikasi Hotspot, Pembukaan Lahan Diduga Jadi Penyebab

  • 08 Jul 2026 12:05 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Tim Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memastikan sejumlah titik hotspot yang terdeteksi satelit di wilayah Kecamatan Penajam sudah tidak lagi menunjukkan adanya asap maupun titik api setelah dilakukan pemeriksaan langsung di lapangan.

Ground check dilaksanakan pada Selasa 7 Juli 2026 menyusul informasi hasil pemantauan BMKG Balikpapan melalui satelit Terra, Aqua, S-NPP, dan NOAA20 yang mendeteksi tiga titik hotspot dengan tingkat kepercayaan kategori sedang (medium) di wilayah Kecamatan Penajam.

Berdasarkan laporan yang diterima petugas Pusdalops BPBD Provinsi Kalimantan Timur, Muriono, dua titik hotspot yang semula terdeteksi di sekitar Kelurahan Nenang diketahui berada pada area perkebunan di wilayah Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam.

Hasil pemeriksaan lapangan menunjukkan terdapat bekas aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar. Luasan lahan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 0,5 hektare dengan material yang terbakar berupa semak belukar serta pepohonan di atasnya.

Tim juga memastikan akses menuju lokasi dapat dilalui menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat sehingga memudahkan proses pengecekan dan pemantauan kondisi di lapangan.

Sementara itu, satu titik hotspot lainnya yang terpantau pada 6 Juli 2026 berdasarkan koordinat satelit berada di area perkebunan RT 02 Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam. Lokasi tersebut harus ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 600 meter dari titik terakhir yang dapat dilalui kendaraan roda empat.

Di lokasi tersebut, petugas menemukan sisa pembakaran material hasil pembukaan lahan berupa pepohonan dan semak belukar yang dibakar secara sekat dengan luas sekitar 60 meter persegi atau 0,006 hektare. Saat dilakukan pemeriksaan, kondisi lokasi juga sudah tidak ditemukan asap maupun api aktif.

Ground check dilakukan oleh personel BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara dengan dukungan satu unit mobil operasional dan dua unit sepeda motor trail guna menjangkau lokasi-lokasi yang berada di kawasan perkebunan.

Petugas Pusdalops BPBD Provinsi Kalimantan Timur, Muriono, mengatakan hasil pemeriksaan lapangan menunjukkan seluruh titik hotspot yang diverifikasi sudah tidak memperlihatkan adanya titik api maupun kepulan asap. Meski demikian, masyarakat diimbau tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar karena berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan saat musim kemarau, ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....