Kapolres PPU Ajak Orang Muda Katolik Perkuat Moderasi dan Literasi Digital

  • 05 Jul 2026 15:16 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Penajam Paser Utara – Penguatan karakter generasi muda dinilai menjadi salah satu kunci menjaga persatuan bangsa di tengah derasnya arus informasi digital dan tantangan sosial yang semakin kompleks. Karena itu, pembinaan tidak hanya dilakukan melalui pendidikan formal, tetapi juga melibatkan ruang-ruang pembinaan keagamaan yang mampu menanamkan nilai toleransi, kepedulian, dan wawasan kebangsaan.

Pesan tersebut disampaikan Kapolres Penajam Paser Utara AKBP Andreas Alek Danantara saat menjadi pemateri dalam Temu Raya Orang Muda Katolik (OMK) Kevikepan Pantai 2026 di Gereja Katolik Santa Maria Fatima, Sabtu 4 Juli 2026. Kegiatan bertema "Beriman, Bersatu, Bertindak" itu diikuti ratusan Orang Muda Katolik dari berbagai paroki di wilayah Kevikepan Pantai.

Dalam materinya, Kapolres menegaskan bahwa generasi muda merupakan aset bangsa yang akan menentukan arah pembangunan Indonesia pada masa depan. Karena itu, mereka perlu dibekali tidak hanya dengan kemampuan akademik, tetapi juga integritas, semangat kebangsaan, serta kemampuan hidup berdampingan di tengah keberagaman.

"Sebagai Orang Muda Katolik, kalian harus menjadi generasi yang mampu mengimplementasikan tema 'Beriman, Bersatu, Bertindak' dalam kehidupan sehari-hari. Jadikan iman sebagai landasan moral, persatuan sebagai kekuatan, dan tindakan nyata sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, masyarakat, serta bangsa dan negara," ujarnya.

AKBP Andreas juga mengajak peserta memperkuat nilai moderasi beragama sebagai fondasi membangun kehidupan yang harmonis. Menurutnya, keberagaman suku, agama, ras, dan budaya merupakan kekuatan Indonesia yang harus dijaga melalui sikap saling menghormati, toleransi, dan gotong royong.

Selain itu, ia mengingatkan generasi muda agar lebih bijak menggunakan media sosial. Perkembangan teknologi digital, menurutnya, membawa banyak peluang, tetapi juga menyimpan risiko apabila tidak disikapi secara kritis. Hoaks, ujaran kebencian, hingga provokasi di ruang digital dapat mengganggu persatuan apabila disebarkan tanpa verifikasi.

Tak hanya itu, Kapolres juga menyoroti ancaman penyalahgunaan narkoba, perundungan (bullying), serta kenakalan remaja yang masih menjadi tantangan di berbagai daerah. Ia mengajak peserta menjadi pelopor dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan produktif sekaligus berani mengingatkan teman sebaya agar tidak terjerumus pada perilaku yang melanggar hukum.

"Generasi muda harus mampu menjadi pelopor dalam menjaga persatuan, menghargai perbedaan, serta berani mengatakan tidak terhadap narkoba, hoaks, maupun segala bentuk perilaku yang merusak masa depan," ucapnya.

Sesi dialog berlangsung interaktif. Para peserta mengajukan berbagai pertanyaan seputar peran generasi muda dalam menjaga kerukunan antarumat beragama, menghadapi tantangan era digital, hingga kontribusi nyata dalam menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Di Kabupaten Penajam Paser Utara yang menjadi wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), penguatan karakter generasi muda memiliki arti strategis. Pertumbuhan kawasan dan meningkatnya mobilitas masyarakat menuntut lahirnya generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, serta mampu menjaga kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat.

Melalui pendekatan edukatif dan dialog bersama komunitas keagamaan, Polres Penajam Paser Utara berharap kemitraan antara kepolisian, tokoh agama, dan generasi muda semakin kuat dalam menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan harmonis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....