BPBD Samarinda Waspadai Potensi Kebakaran saat Kemarau Panjang 2026
- 03 Jul 2026 12:38 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau panjang tahun 2026. Peringatan ini disampaikan seiring meningkatnya suhu udara akibat fenomena El Nino yang diperkirakan berdampak pada sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Kota Samarinda.
Analis Kebencanaan Ahli Muda BPBD Samarinda, Hamzah Umar, mengatakan periode Juli hingga Agustus diperkirakan menjadi puncak musim kemarau. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan maupun kebakaran di kawasan permukiman. Menurut Hamzah, suhu udara yang tinggi dan minimnya curah hujan menyebabkan vegetasi serta material kering menjadi lebih mudah terbakar.
"Kita harus lebih waspada karena kondisi kemarau panjang membuat potensi kebakaran meningkat cukup signifikan," kata Hamzah.
Hamzah menjelaskan, salah satu penyebab utama kebakaran di kawasan permukiman masih didominasi oleh korsleting atau gangguan instalasi listrik. Karena itu, Hamzah mengimbau masyarakat untuk melakukan pemeriksaan instalasi listrik secara berkala, terutama pada bangunan yang telah berusia lebih dari 20 tahun.
Hamzah juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Menurutnya, praktik tersebut sangat berisiko memicu kebakaran yang lebih besar dan sulit dikendalikan, terutama saat kondisi cuaca sedang kering dan berangin. Selain berbahaya, tindakan pembakaran lahan juga memiliki konsekuensi hukum sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Selain meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran, masyarakat juga diimbau menggunakan air bersih secara bijak selama musim kemarau. Warga yang tinggal di daerah perbukitan disarankan untuk memanfaatkan sistem penampungan air hujan guna mengantisipasi berkurangnya ketersediaan air bersih.
Hamzah turut mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan selama cuaca panas, terutama dengan memperhatikan asupan cairan dan mengurangi aktivitas berat di luar ruangan pada siang hari. Ia juga meminta masyarakat segera melaporkan potensi kebakaran melalui layanan darurat Samarinda 112 yang beroperasi selama 24 jam.
"Kami mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi kebakaran dan segera melaporkan jika menemukan indikasi kebakaran di lingkungan sekitar," ujar Hamzah Umar pada Rabu 1 Juli 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....