Karhutla di Teluk Bayur Berau Hanguskan Kebun Milik Warga
- 23 Jul 2026 06:43 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di kawasan Tumbit Melayu, Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Rabu 22 Juli 2026. Peristiwa tersebut menghanguskan area kebun milik masyarakat di tengah kondisi cuaca panas yang disertai angin kencang.
Laporan Pusdalops BPBD Kabupaten Berau menyebutkan, kebakaran diperkirakan terjadi sekitar pukul 10.59 WITA. Informasi kejadian diterima BPBD pada pukul 11.17 WITA, kemudian tim segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan.
Proses pemadaman berlangsung mulai pukul 12.10 hingga 14.50 WITA. Sejumlah personel gabungan bekerja sama memadamkan api agar tidak meluas ke kawasan lain yang berpotensi terdampak.
Penyebab kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan. Namun, kondisi cuaca yang panas dan tiupan angin kencang diduga menjadi faktor yang mempercepat penyebaran api di lokasi kejadian.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Berau, Masyhadi Muhdi, segera menginstruksikan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik untuk mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC-PB) melakukan pemadaman bersama unsur terkait.
"Tim gabungan yang terlibat dalam operasi pemadaman terdiri dari BPBD Kabupaten Berau, Manggala Agni, Pospol Labanan, TNI, KPHP, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Berau, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta masyarakat setempat yang ikut membantu proses penanganan," katanya.
Dalam operasi tersebut, petugas mengerahkan satu unit mobil slip on, satu unit mobil karhutla, satu unit mobil peralatan Disdamkar, satu unit pompa jinjing, serta satu unit pompa water rek guna mempercepat proses pemadaman api.
Berdasarkan laporan sementara, tidak terdapat korban jiwa maupun korban terdampak dalam kejadian tersebut. Meski demikian, kebakaran menyebabkan kerusakan pada area kebun milik masyarakat.
Petugas Pusdalops BPBD Provinsi Kalimantan Timur, Muriono, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim panas. "Kami juga mengingatkan agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar demi mencegah munculnya titik api baru," kata Muriono.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....