Hari Lingkungan Hidup 2026 Jadi Ajang Edukasi Lingkungan bagi Sekolah Adiwiyata

  • 01 Jul 2026 07:02 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Peringatan Hari Lingkungan Hidup Kota Samarinda Tahun 2026 menjadi momentum memperkuat edukasi dan partisipasi generasi muda dalam menjaga lingkungan. Kegiatan yang berlangsung di lokasi insinerator Kampung Baqa, Samarinda Seberang, Selasa 30 Juni 2026, dihadiri oleh calon Sekolah Adiwiyata Nasional dan calon Sekolah Adiwiyata Mandiri Tahun 2026.

Sebanyak 35 sekolah Adiwiyata di Kota Samarinda turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Kehadiran para pelajar dan tenaga pendidik menjadi simbol penting keterlibatan dunia pendidikan dalam upaya pelestarian lingkungan hidup.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyerahan sembako kepada masyarakat yang menukarkan sampah, dilanjutkan dengan penanaman pohon dan peresmian Tempat Penampungan Sementara (TPS) terpilah. Berbagai kegiatan tersebut dirancang untuk memperkuat kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.

Pameran kerajinan dari olahan sampah di lokasi acara. (foto: RRI/zul)

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Samarinda, Suwarso, mengatakan tema Hari Lingkungan Hidup Tahun 2026 mengandung pesan kuat mengenai tantangan perubahan iklim. Menurutnya, perubahan iklim saat ini bukan lagi sekadar isu global, tetapi telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

"Fenomena cuaca ekstrem, peningkatan suhu, banjir, dan berbagai persoalan lingkungan menuntut kita untuk tidak hanya berbicara tentang perubahan, tetapi benar-benar mengambil tindakan nyata," ujar Suwarso.

Suwarso menegaskan, Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Lingkungan Hidup mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan aksi iklim sebagai gerakan bersama. Setiap langkah kecil yang dilakukan saat ini diyakini akan memberikan dampak besar bagi keberlanjutan lingkungan di masa mendatang.

Plt Kadis DLH Samarinda berharap, keterlibatan sekolah melalui program Adiwiyata dapat melahirkan generasi yang lebih peduli terhadap lingkungan. "Perubahan perilaku harus dimulai sejak usia dini agar tercipta budaya hidup yang ramah lingkungan di Kota Samarinda," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....