Umat Hindu Maknai Kuningan sebagai Momen Bersyukur dan Mengendalikan Diri
- 27 Jun 2026 14:13 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Hari Raya Kuningan tidak hanya menjadi momen persembahyangan bagi umat Hindu, tetapi juga waktu untuk bersyukur sekaligus melakukan refleksi diri. Sebab, selama rangkaian Galungan hingga Kuningan, umat Hindu diwajibkan mengendalikan hawa nafsu dan menjaga perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagaimana yang dilakukan salah seorang umat Hindu di Samarinda, I Nengah Sukalana. Ia mengatakan, Hari Raya Kuningan menjadi momen untuk bersyukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan para leluhur atas segala anugerah yang telah diberikan.
"Kami bersyukur kepada Tuhan dan leluhur. Karena tanpa leluhur, kami tidak mungkin ada seperti sekarang. Kami juga bersyukur masih diberi kesehatan, waktu, dan rezeki," ujarnya usai persembahyangan Kuningan di Pura Jagat Hita Karana Samarinda pada Sabtu, 27 Juni 2026 pagi.
Menurut Nengah, makna Hari Raya Kuningan tidak sekadar melaksanakan sembahyang. Selama sepuluh hari setelah Hari Raya Galungan, umat Hindu diajak untuk mengendalikan sepuluh indra yang dimiliki manusia.
Ia menjelaskan, pengendalian diri itu dilakukan dengan menahan berbagai keinginan dan hawa nafsu, baik dari apa yang dilihat, didengar, maupun dirasakan. Sebab baginya, musuh terbesar manusia bukan berasal dari luar, melainkan dari diri sendiri.
"Yang dikendalikan itu bukan orang lain, tetapi diri kita sendiri. Apa yang kita lihat atau dengar yang tidak baik, jangan langsung diikuti. Itu yang terus kami latih selama rangkaian Galungan sampai Kuningan," ucapnya.
Setelah proses sembahyang usai, Nengah juga sengaja membawa toya anyar, yaitu air murni dari pura yang nantinya akan didoakan menjadi tirta atau air suci. Air tersebut kemudian digunakan dalam setiap pelaksanaan upacara keagamaan di rumah.
"Jadi, setiap persembahyangan diakhiri dengan pemercikan tirta, tetapi tidak sembarang air yang dipakai. Kita usahakan kalau bisa air yang ada di pura," kata Nengah.
Di akhir perayaan, ia pun berharap Hari Raya Kuningan semakin memperkuat sraddha dan bhakti umat Hindu. Nengah juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga sikap saling menghormati dan hidup rukun di tengah keberagaman.
"Mudah-mudahan sraddha dan bhakti umat Hindu semakin meningkat. Kita juga harus saling menghormati, saling menolong, dan hidup berdampingan dengan siapa saja karena pada dasarnya kita semua bersaudara," ucapnya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....