Optimisme Generasi Muda Jadi Kunci Wujudkan Indonesia Emas 2045
- 25 Jun 2026 14:09 WIB
- Samarinda
RRI.CO. ID, Samarinda - Kepala Laboratorium Fisiologi, Perkembangan, dan Molekuler Hewan FMIPA Universitas Mulawarman, Prof. Rudy Agung Nugroho, optimistis visi Indonesia Emas 2045 dapat terwujud apabila didukung kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda yang memiliki semangat belajar dan berinovasi.
Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Rudy dalam program Kita Indonesia produksi RRI Samarinda bertema "Sains untuk Indonesia Emas, Peran Kampus dalam Mewujudkan Asta Cita" yang digelar di Gedung FMIPA Universitas Mulawarman, Samarinda.
Menurutnya, keberhasilan Indonesia Emas 2045 sangat bergantung pada bonus demografi yang saat ini sedang dimiliki Indonesia. Oleh karena itu, generasi muda harus mampu memanfaatkan momentum tersebut dengan membangun pola pikir yang optimistis serta terus meningkatkan kompetensi.
Prof. Rudy mengibaratkan kondisi Indonesia saat ini seperti gelas yang telah terisi setengah. Ia mengatakan, tugas seluruh elemen bangsa adalah mengisi bagian yang masih kosong melalui kerja keras, inovasi, dan kolaborasi agar cita-cita Indonesia sebagai negara maju dapat tercapai.
"Saya pribadi melihatnya secara optimistis. Gelas itu sudah terisi setengah. Tugas kita adalah mengisinya hingga penuh. Keberhasilan Indonesia Emas 2045 sangat ditentukan oleh generasi muda yang ada saat ini," ujar Prof. Rudy. Kamis, 25 Juni 2026.

Ia menegaskan, optimisme merupakan modal penting dalam membangun kemampuan diri. Menurutnya, pola pikir positif akan mendorong seseorang berani mencoba, belajar, dan berkembang, sedangkan sikap pesimistis justru memunculkan mental blocking yang menghambat potensi.
"Otak akan bekerja lebih baik ketika kita berpikir positif. Kalau sejak awal mengatakan tidak bisa, maka akan muncul mental blocking. Sebaliknya, ketika kita yakin dan mau mencoba, kemampuan itu akan berkembang," kata dia.
Prof. Rudy mengajak generasi muda untuk terus mengasah kemampuan melalui pendidikan, riset, dan inovasi. Ia menilai perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul sekaligus mendukung terwujudnya Asta Cita dan Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, industri, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menyiapkan generasi yang adaptif, kreatif, dan mampu menjawab tantangan global di masa depan.

Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....