Pengukuhan Pengurus MUI Kaltim 2026, Momentum Penguatan Peran Keumatan

  • 23 Jun 2026 11:59 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Timur menggelar Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) sekaligus Pengukuhan Pengurus MUI Kalimantan Timur di Kantor Gubernur Kalimantan Timur. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran MUI sebagai khadimul ummat serta mitra strategis pemerintah daerah.

Ketua Panitia, Abu Bakar Idham Madani, menyampaikan Mukerda dilaksanakan sebagai forum evaluasi program kerja organisasi. Ia menegaskan forum tersebut menjadi ruang perumusan kebijakan dengan tujuan memperkuat arah organisasi dalam menjawab tantangan umat dan pembangunan daerah.

Setelah Mukerda, dilaksanakan prosesi pengukuhan pengurus MUI Kalimantan Timur yang dipimpin oleh KH. M. Cholil Nafis, selaku Wakil Ketua Umum MUI Pusat. Surat Keputusan kepengurusan dibacakan oleh Sekretaris Umum MUI Kaltim, Jamidi Junaidi, sebelum seluruh jajaran resmi dikukuhkan.

Ketua MUI Kalimantan Timur, KH. Muhammad Rasyid, dalam sambutannya menyampaikan MUI Kaltim telah melaksanakan sekitar 157 kegiatan dan melahirkan sekitar 180 kader ulama. “Ke depan, kegiatan MUI harus lebih tajam, lebih terukur, dan lebih berdampak bagi umat," ujarnya pada Selasa 23 Juni 2026.

Ia juga menambahkan, ukuran keberhasilan organisasi tidak hanya dari banyaknya kegiatan. “Keberhasilan harus dilihat dari dampak nyata yang dirasakan langsung oleh umat, sekaligus menekankan pentingnya kemandirian organisasi dalam pembiayaan kegiatan," ucapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum MUI Pusat, KH. M. Cholil Nafis, menekankan pentingnya peran ulama dalam menjaga persatuan umat di tengah dinamika sosial dan digitalisasi. “Yang alim jangan diam, yang waras juga harus terus bersuara, pengurus jangan sampai diurus, karena kepengurusan adalah amanah yang harus dijalankan dengan komitmen dan hikmah," katanya.

Gubernur Kalimantan Timur, H. Rudy Mas'ud, memberikan apresiasi atas kontribusi MUI dalam menjaga stabilitas sosial dan kehidupan keagamaan di daerah. “MUI memiliki kontribusi besar bagi Kalimantan Timur dan menjadi ladang amal bagi para ulama serta pengurusnya, Pemerintah dapat membangun fisik, tetapi membangun jiwa dan akhlak memerlukan sinergi yang kuat dengan para ulama," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....