Cetak Insan Berakhlak, Guru Agama di Kaltim Perlu Peningkatan Kesejahteraan
- 23 Jun 2026 05:19 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Balikpapan - Perhatian pemerintah daerah di Kalimantan Timur (Kaltim) terhadap kesejahteraan pendidik generasi Qurani terus mengalami peningkatan. Saat ini, sejumlah kabupaten dan kota telah mengalokasikan insentif khusus bagi para guru ngaji dengan nominal yang bervariasi, bahkan mencapai Rp2 juta per bulan.
"Potret Insentif Guru Agama di Kalimantan Timur kebijakan pemberian insentif bagi guru agama dan guru ngaji di wilayah Kaltim menunjukkan komitmen positif dari masing-masing pemerintah daerah," ucap Sekretaris Wilayah BKPAKSI Provinsi Kaltim Mispan pada Senin, 22 Juni 2026.
Mispan pun menjelaskan beberapa kota yang memberikan insentif tertinggi bagi pendidik agama, seperti Kota Bontang. "Adanya perhatian lebih dari beberapa daerah seperti Bontang dapat juga dilakukan di wilayah lainya di Kaltim, sehingga kesejahtraan para guru ngaji ini bisa terus ditingkatkan," ujarnya.
Bontang saat ini mencapai Rp2.000.000 per bulan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengalokasikan insentif bagi guru agama sekitar Rp1.500.000 per bulan sedang Kota Balikpapan memberikan insentif rutin setiap bulan sebesar Rp500.000 per bulan yang dicairkan per semester (enam bulan sekali) melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) dan Provinsi Kaltim juga turut berkontribusi memberikan bantuan insentif senilai Rp500.000 per bulan yang disalurkan setiap tiga bulan (triwulan).
Dukungan finansial dari jajaran pemerintah daerah dan provinsi dinilai menjadi motivasi besar bagi para pengajar. Kendati demikian, pengurus pusat maupun daerah berharap agar seluruh kabupaten dan kota di Kaltim dapat terus meningkatkan standardisasi dan perhatian terhadap kesejahteraan para pendidik agama ini.
Langkah tersebut krusial guna memastikan keberlanjutan regenerasi anak didik yang fasih baca-tulis Al-Qur'an sekaligus melahirkan generasi emas yang berakhlak mulia.
Kesejahteraan guru agama sangat penting karena mereka berada di garda terdepan dalam pembentukan karakter, moral, dan keimanan generasi penerus. " Dengan kehidupan yang layak, mereka dapat mengajar lebih fokus, menciptakan pembelajaran inspiratif, dan menanamkan nilai-nilai toleransi tanpa terbebani masalah ekonomi," ucap Mispan menutup perbincangan dengan RRI.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....