Disdikbud Kaltim Respons Kekurangan Guru BK dan Agama di Sekolah Rakyat

  • 22 Jun 2026 15:20 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Timur merespons keluhan mengenai kekurangan guru bimbingan konseling (BK) dan guru agama di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 58 Samarinda. Sejumlah langkah dinilai dapat dilakukan untuk memastikan kebutuhan pendampingan dan pendidikan karakter siswa tetap terpenuhi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kalimantan Timur, Armin, mengatakan kebutuhan guru BK saat ini tidak hanya bergantung pada tenaga khusus bimbingan konseling. Kebijakan pendidikan terbaru juga mendorong seluruh guru memiliki peran sebagai pembimbing bagi siswa.

"Kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sekarang untuk guru BK itu semua guru harus berperan sebagai guru BK. Jadi guru sekarang dipersiapkan untuk menjadi guru BK," ujarnya, dikutip pada Senin, 22 Juni 2026.

Menurut Armin, pendekatan tersebut dilakukan agar pendampingan terhadap siswa dapat berjalan lebih menyeluruh dalam proses pembelajaran sehari-hari. Dengan begitu, persoalan yang dihadapi siswa tidak hanya menjadi tanggung jawab satu guru tertentu.

Selain guru BK, kebutuhan tenaga pengajar agama juga menjadi tantangan tersendiri. Armin mengakui persoalan tersebut tidak hanya terjadi di Sekolah Rakyat, tetapi juga dialami sejumlah sekolah umum di Kalimantan Timur.

"Kekurangan guru agama memang bukan hanya di sekolah rakyat, sekolah umum juga mengalami hal yang sama," katanya.

Sebagai solusi, sekolah dapat menjalin kerja sama dengan tokoh agama maupun lembaga keagamaan di lingkungan sekitar untuk memberikan pembinaan kepada siswa sesuai kebutuhan masing-masing.

Menurut Armin, pola kolaborasi tersebut selama ini telah diterapkan di berbagai sekolah dan dapat menjadi alternatif untuk menutupi keterbatasan tenaga pengajar agama yang tersedia.

Ia berharap kebutuhan guru di Sekolah Rakyat dapat terus dipenuhi secara bertahap sehingga proses pendidikan berjalan lebih optimal, baik dari sisi akademik maupun pembentukan karakter siswa.

Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk masyarakat dan lembaga keagamaan, Armin optimistis pelayanan pendidikan di Sekolah Rakyat dapat terus berkembang dan menjawab kebutuhan para siswa.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....