Hari Raya Galungan 2026, PHDI Pusat Ingatkan Pentingnya Menjaga Jalan Kebenaran

  • 18 Jun 2026 10:45 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Hari Raya Galungan tidak hanya dimaknai sebagai perayaan keagamaan umat Hindu, tetapi juga menjadi pengingat untuk terus menegakkan kebenaran dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Pesan itu disampaikan Ketua Sabha Walaka Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat, Kolonel Inf. (Purn) I Nengah Dana saat menghadiri persembahyangan Galungan di Pura Jagat Hita Karana, Samarinda pada Rabu, 17 Juni 2026.

"Sepanjang perjalanan hidup ini manusia harus menegakkan dharma atau kebenaran. Kita harus ingat dari mana berasal, bagaimana menjalani kehidupan, dan ke mana tujuan hidup ini. Itulah kenapa kita melaksanakan galungan, menegakkan dharma. Setiap orang harus berpegang kepada dharma," ujarnya, dikutip pada Kamis, 18 Juni 2026

Menurut I Nengah Dana, kehidupan manusia tidak pernah lepas dari berbagai tantangan. Karena itu, Galungan juga menjadi momentum untuk memperkuat keyakinan serta menjaga diri agar tidak mudah terpengaruh oleh pikiran maupun tindakan yang negatif.

Ia pun mengibaratkan kehidupan sebagai sungai yang deras dan penuh rintangan. Dalam kondisi tersebut, manusia dituntut tetap berdiri teguh dan berpegang pada nilai-nilai kebenaran agar mampu melewati setiap ujian yang datang.

"Kita harus mengendarai kereta kebenaran. Kalau sudah benar, kita punya keyakinan. Tidak tergoyahkan. Seperti kura-kura menyembunyikan kaki di cangkangnya. Pikiran yang jahat harus disembunyikan, ditarik ke dalam. Supaya dia bisa bisa naik kereta kebenaran ini," kata I Nengah Dana.

Ketua Sabha Walaka Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat, Kolonel Inf. (Purn) I Nengah Dana. (Foto: RRI Samarinda/Chella)

Ia menjelaskan, dalam siklus keagamaan Hindu, Galungan hadir setiap 210 hari sebagai pengingat agar manusia terus memperbarui komitmennya untuk hidup sesuai nilai-nilai dharma.

Karena itu, I Nengah Dana mengajak masyarakat menjadikan Hari Raya Galungan sebagai momentum membersihkan diri dari sifat-sifat buruk, memperkuat kebijaksanaan, serta membangun kehidupan yang lebih damai dan bermakna. Tak hanya bagi umat Hindu, tetapi juga bisa diterapkan oleh semua umat secara universal.

"Siapa berjalan di jalan benar, dialah yang tenang di dalam hidupnya. Mau dibully, mau dicaci, mau di apa pun dia tidak terpengaruh. Karena mereka jiwanya telah teguh," ucapnya. mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....