PUPR Akui Banjir Samarinda Belum Tuntas, Fokus Pangkas Durasi Genangan

  • 16 Jun 2026 10:18 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda mengakui persoalan banjir di sejumlah kawasan belum sepenuhnya tuntas meski pembangunan drainase, kolam retensi, hingga normalisasi saluran terus dilakukan dalam beberapa tahun terakhir.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) PUPR Samarinda, Darmadi mengatakan, fokus penanganan banjir saat ini masih diarahkan untuk mengurangi tinggi dan durasi genangan sambil menyelesaikan sistem drainase yang belum terkoneksi secara menyeluruh.

"Memang belum semuanya teratasi, tetapi sudah berkurang. Kalau dulu genangan bisa bertahan empat sampai lima jam, sekarang di beberapa lokasi tidak sampai sejam sudah surut," ujarnya kepada rri.co.id, Selasa 16 Juni 2026

Pernyataan tersebut menjawab keluhan masyarakat yang masih menemukan genangan saat hujan deras, meskipun berbagai proyek pengendalian banjir terus berjalan setiap tahun.

Menurut Darmadi, penanganan banjir tidak bisa dilakukan secara parsial karena sistem drainase kota harus saling terhubung mulai dari kawasan hulu hingga hilir. Saat ini sejumlah proyek konektivitas saluran masih dalam tahap penyelesaian, termasuk di kawasan PM Noor, Pasundan, Juanda hingga Simpang Empat Sempaja.

Ia menjelaskan, pembangunan drainase yang dilakukan pemerintah selama ini mulai menunjukkan hasil di beberapa titik. Kawasan Fly over yang sebelumnya sering tergenang kini relatif aman saat hujan dengan intensitas sedang. Kondisi serupa juga terjadi di beberapa titik yang mulai terbebas dari genangan setelah dilakukan peningkatan kapasitas saluran.

Namun demikian, tantangan baru terus muncul seiring pertumbuhan kawasan permukiman dan pembukaan lahan di wilayah perbukitan Samarinda.

"Kadang hujan satu atau dua kali saja sedimentasi sudah kembali memenuhi saluran. Banyak lumpur dan pasir terbawa dari daerah yang mengalami pembukaan lahan," ucapnya.

Persoalan sedimentasi tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat kapasitas drainase cepat berkurang. Karena itu, PUPR Samarinda terus mengoptimalkan pemeliharaan saluran melalui tim UPTD Drainase dan Hantu Banyu yang setiap hari melakukan pengerukan sedimentasi di berbagai titik.

Darmadi menegaskan, target pemerintah saat ini bukan sekadar membangun drainase baru, tetapi memastikan seluruh sistem pengendalian banjir dapat bekerja secara terintegrasi.

"Harapan kita tentu banjir semakin berkurang. Tetapi saat ini yang paling terasa adalah durasi genangannya semakin pendek dibanding beberapa tahun lalu," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....