Bupati Lepas Kontingen KTNA PPU ke Gorontalo

  • 16 Jun 2026 07:09 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Penajam Paser Utara- Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Mudyat Noor resmi melepas kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten PPU untuk mengikuti Pekan Nasional (PENAS) KTNA XVII di Provinsi Gorontalo pada 20–25 Juli 2026. Pelepasan dilakukan usai dialog dan diskusi bersama peserta di Ruang Rapat Bupati PPU, Senin, 15 Juni 2026.

Dalam arahannya, Mudyat Noor menegaskan peserta tidak hanya berperan sebagai delegasi daerah, tetapi juga menjadi duta yang membawa nama baik PPU sekaligus mempromosikan potensi pertanian, perikanan, dan perkebunan daerah di tingkat nasional.

Menurutnya, PENAS KTNA merupakan momentum penting bagi petani dan nelayan untuk memperluas wawasan, membangun jejaring, serta mempelajari berbagai inovasi yang berkembang di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.

“Ajang ini merupakan kesempatan emas untuk menambah ilmu dan pengalaman di bidang pertanian, peternakan, dan perikanan. Jangan sampai ada kesempatan yang terlewat. Tunjukkan bahwa petani dan nelayan PPU mampu berinovasi dan memiliki daya saing,” ujarnya.

Mudyat mengatakan dukungan pemerintah daerah terhadap keikutsertaan kontingen KTNA merupakan bagian dari komitmen memperkuat sektor pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Ia menilai potensi yang dimiliki Kabupaten PPU sangat besar, terutama dengan luasnya lahan pertanian yang masih dapat dikembangkan. Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya mendorong penguatan kapasitas petani dan nelayan agar mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memanfaatkan peluang pasar yang semakin terbuka.

“Sektor pertanian, perikanan, dan perkebunan memiliki peluang yang sangat besar. Ke depan, mulai 2027, kita ingin mengoptimalkan potensi ini lebih baik lagi agar selaras dengan program pemerintah pusat yang juga memberikan perhatian terhadap sektor tersebut,” katanya.

Selain mengikuti berbagai kegiatan pameran dan perlombaan, Mudyat meminta peserta memanfaatkan seminar, diskusi, dan forum berbagi pengalaman selama PENAS berlangsung. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dan ditularkan kepada petani maupun nelayan lainnya setelah kembali ke daerah.

Ia menambahkan tantangan ke depan tidak hanya meningkatkan produksi pangan, tetapi juga mengoptimalkan hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan agar memiliki nilai tambah ekonomi yang lebih tinggi.

“Ke depan tantangan sekaligus peluang bagi kita adalah bagaimana mengoptimalkan hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan untuk memenuhi kebutuhan pangan. Selain meningkatkan nilai ekonomi, hal ini juga dapat memberdayakan berbagai potensi daerah yang kita miliki,” ucapnya.

Di akhir arahannya, Mudyat berpesan agar seluruh anggota kontingen menjaga kekompakan, disiplin, dan kesehatan selama mengikuti kegiatan. Ia berharap peserta dapat kembali ke PPU dengan membawa pengalaman dan inovasi baru yang bermanfaat bagi pembangunan sektor pangan daerah.

Sementara itu, Ketua Rombongan Kontingen KTNA PPU, Wahab, mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten PPU terhadap keberangkatan kontingen ke PENAS KTNA XVII.

“Keikutsertaan ini merupakan bentuk kepercayaan pemerintah sekaligus menjadi kebanggaan bagi KTNA PPU. Selain mengikuti berbagai inovasi pertanian, kami juga dapat belajar dari pengalaman petani di luar Kalimantan sehingga ilmu tersebut dapat diterapkan dan dikembangkan di Kabupaten PPU,” ujarnya.

Melalui keikutsertaan dalam PENAS KTNA XVII, kontingen PPU diharapkan mampu membawa pulang berbagai inovasi dan praktik terbaik yang dapat memperkuat sektor pertanian, perikanan, dan perkebunan sebagai penopang ekonomi daerah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....