Ekonom Samarinda Sebut Rupiah Tertekan, namun Fundamental Tetap Terjaga
- 13 Jun 2026 20:30 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, kondisi fundamental ekonomi Indonesia dinilai masih berada pada level yang cukup kuat. Sejumlah indikator ekonomi menunjukkan aktivitas ekonomi nasional tetap tumbuh dan mampu bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi global yang dipicu konflik geopolitik, perlambatan ekonomi dunia, hingga tingginya suku bunga internasional.
Dosen Senior Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman, Aji Sofyan Effendi, mengatakan salah satu indikator yang dapat menjadi acuan adalah Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur Indonesia. Menurutnya, PMI merupakan indikator yang menggambarkan kondisi sektor manufaktur dan tingkat aktivitas industri dalam negeri.
"Angka PMI Indonesia dalam beberapa bulan terakhir masih berada di atas level 50. Kondisi tersebut menunjukkan sektor manufaktur nasional masih berada pada fase ekspansi atau pertumbuhan, berbeda dengan sejumlah negara yang mengalami perlambatan bahkan kontraksi akibat dampak konflik global dan gangguan rantai pasok internasional," kata Aji Sofyan.
Aji mencontohkan beberapa negara berkembang dan negara yang terdampak konflik mengalami penurunan aktivitas manufaktur hingga berada di bawah angka 50. Sementara Indonesia masih mampu mempertahankan kinerja sektor industrinya, sehingga menjadi salah satu penopang stabilitas ekonomi nasional.
Selain PMI, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga masih menunjukkan tren yang positif. Berbagai lembaga nasional maupun internasional masih memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada kisaran yang cukup baik, meskipun ekonomi global sedang menghadapi tekanan yang cukup berat.
Menurut Aji, capaian tersebut menjadi bukti bahwa fondasi ekonomi Indonesia masih cukup kokoh. Kinerja sektor manufaktur, konsumsi masyarakat yang tetap terjaga, serta cadangan devisa yang memadai menjadi faktor penting yang membantu menjaga stabilitas ekonomi dan nilai tukar rupiah.
"Di tengah konflik global yang begitu besar, fundamental ekonomi Indonesia masih relatif baik. Itu yang membuat kondisi rupiah masih bisa dijaga," ujarnya pada Jumat 12 Juni 2026.
Aji menambahkan masyarakat perlu melihat kondisi ekonomi secara lebih menyeluruh dan tidak hanya fokus pada pergerakan kurs rupiah terhadap dolar. Sebab, kekuatan ekonomi suatu negara tidak hanya ditentukan oleh nilai tukar, tetapi juga oleh kinerja sektor riil, aktivitas industri, tingkat konsumsi, cadangan devisa, serta kemampuan pemerintah dan otoritas moneter menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....