BPBD Berau Perkuat Siaga Pesisir Usai Rilis BMKG
- 08 Jun 2026 09:51 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Berau - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Berau merespons cepat rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait gempa bumi yang sempat memicu peringatan dini tsunami. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat, khususnya di wilayah pesisir Berau, memperoleh informasi yang akurat dan tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Berau, Masyhadi Muhdi, mengatakan pihaknya menerima informasi resmi dari BMKG melalui jalur komunikasi yang telah dibangun selama ini. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada petugas di lapangan hingga tingkat kecamatan untuk disampaikan kepada masyarakat.
Menurutnya, BPBD Berau memiliki grup koordinasi khusus dengan BMKG yang digunakan untuk memantau perkembangan cuaca, gempa bumi, maupun potensi bencana lainnya secara real time.
"Pada saat terjadi gempa, BMKG langsung memberikan informasi dan peringatan. Informasi itu kemudian kami teruskan ke petugas di lapangan agar masyarakat mendapatkan informasi resmi dan dapat melakukan langkah antisipasi yang diperlukan," ujarnya. Senin, 8 Juni 2026.
Menanggapi rilis BMKG tersebut, BPBD Berau langsung meningkatkan pemantauan di sejumlah wilayah pesisir yang dinilai memiliki tingkat kerentanan lebih tinggi terhadap dampak gelombang laut. Kawasan yang menjadi perhatian antara lain Kecamatan Batu Putih, Biduk-Biduk, Talisayan, dan wilayah Tanjung Batu.

Masyhadi Muhdi menjelaskan wilayah pesisir Berau perlu meningkatkan kewaspadaan karena secara geografis berhadapan langsung dengan laut. Selain itu, keberadaan Sesar Mangkalihat juga menjadi salah satu faktor yang harus terus dipantau dalam upaya mitigasi bencana.
"Yang paling perlu diwaspadai adalah daerah pesisir seperti Batu Putih, Biduk-Biduk, Talisayan, dan Tanjung Batu. Karena itu masyarakat di wilayah tersebut diminta selalu memperhatikan informasi resmi dari BMKG dan BPBD," ucapnya.
BPBD Berau juga memastikan personel dan posko kebencanaan di sejumlah kecamatan tetap siaga apabila sewaktu-waktu diperlukan untuk membantu masyarakat. Koordinasi dengan aparat kecamatan, desa, dan relawan kebencanaan juga terus dilakukan guna mempercepat penyebaran informasi hingga ke tingkat masyarakat.
Selain itu, masyarakat pesisir diimbau menjaga ekosistem mangrove yang berfungsi sebagai pelindung alami pantai dari terjangan gelombang. Sementara para nelayan diminta terus memperhatikan perkembangan informasi cuaca dan kondisi laut sebelum melakukan aktivitas penangkapan ikan.
BPBD Berau menegaskan hingga saat ini masyarakat diminta tetap tenang, tidak panik, dan hanya mengacu pada informasi resmi yang dikeluarkan BMKG maupun pemerintah daerah terkait perkembangan situasi kebencanaan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....