Kalafest Dinilai Jadi Ruang Merawat Ingatan Kolektif Kota Samarinda
- 07 Jun 2026 16:31 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Kehadiran KalaFest 2026 dinilai tidak hanya menjadi ruang nostalgia, tetapi juga jembatan yang menghubungkan berbagai generasi untuk mengenal kembali sejarah dan identitas Kota Samarinda.
Budayawan Kalimantan Timur, Syafruddin Pernyata, mengatakan festival yang digagas anak muda tersebut patut diapresiasi karena berhasil menghadirkan ruang pertemuan antara generasi tua dan generasi muda melalui pendekatan budaya.
"Ini digagas oleh anak muda, dilakukan oleh anak muda, dan yang menonton juga ada anak muda maupun orang tua. Tidak banyak anak muda yang peduli pada hal-hal seperti ini," ujarnya saat menghadiri KalaFest 2026 di kawasan Citra Niaga, Samarinda, Jumat, 5 Juni 2026.
Menurut Syafruddin, konsep yang mengangkat suasana tempo dulu menjadi cara yang efektif untuk memperkenalkan sejarah kepada generasi yang lebih muda. Melalui musik, cerita, hingga berbagai unsur budaya lainnya, generasi muda dapat memahami bagaimana kehidupan masyarakat Samarinda pada masa lalu.
Ia menilai upaya tersebut penting agar hubungan antargenerasi tetap terjaga dan sejarah kota tidak terputus oleh perkembangan zaman.
"Ikhtiar seperti ini yang bisa merawat konektivitas antara generasi baby boomers, milenial sampai Gen Alpha. Dengan cara seperti itu, Samarinda tidak kehilangan jejak sejarahnya," kata Syafruddin.
Lebih jauh, Syafruddin menjelaskan Samarinda memiliki karakter yang berbeda dibandingkan kota-kota lain di Kalimantan, termasuk Balikpapan. Menurutnya, sejak awal Samarinda tumbuh sebagai kota yang dihuni berbagai kelompok etnis yang hidup berdampingan dan membentuk identitas khas hingga sekarang.
Keragaman itu masih bisa terlihat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, mulai dari bahasa yang digunakan hingga aktivitas ekonomi masyarakat.
"Kalau di Samarinda, Anda bisa mendengar orang berbicara dengan berbagai bahasa daerah dalam satu kawasan yang sama. Ada komunitas Jawa, Bugis, Tionghoa, dan lainnya yang hidup berdampingan sejak lama. Itu kekuatan Samarinda," ujarnya.
Ia menambahkan, sejarah Samarinda juga tidak bisa dilepaskan dari Sungai Mahakam yang sejak dulu menjadi urat nadi kehidupan masyarakat. Melalui sungai tersebut, aktivitas perdagangan berkembang dan menghubungkan berbagai kampung hingga ke wilayah pedalaman.
Menurut Syafruddin, banyak cerita masa lalu yang kini mulai jarang diketahui generasi muda, termasuk keberadaan toko-toko terapung yang dahulu menyusuri Sungai Mahakam untuk menjual kebutuhan masyarakat hingga ke pedalaman.
"Jadi dia kapal, terus ada mesin dan toko. Nah, jadi barang-barang sandang pangan itu ada di toko ini. Mereka mampir ke setiap kampung. Sisa kapalnya itu ada di Dermaga Sungai Kunjang. Nah, ini menunjukkan betapa kuatnya konektivitas masyarakat Samarinda dengan sungai," ucapnya.
Karena itu, Syafruddin berharap kegiatan seperti KalaFest terus digelar sebagai ruang untuk mengenalkan sejarah kota kepada masyarakat, sekaligus menjaga ingatan kolektif tentang identitas Samarinda yang tumbuh dari keberagaman dan sebagai kota yang berada di tepi Sungai Mahakam.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....