Silaturahmi dan Serap Aspirasi, Relawan Samarinda Butuh Perhatian Berkelanjutan
- 07 Jun 2026 16:28 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Timur periode 2024-2029, Fuad Fakhruddin, memanfaatkan kegiatan Reses Masa Persidangan II Tahun 2026 sebagai wadah menyerap aspirasi para relawan kemanusiaan di Kota Samarinda. Kegiatan tersebut berlangsung di kediaman Ketua Relawan Portugal Rescue, Jalan Sambutan Pelita 3, Samarinda, pada Sabtu malam, 6 Juni 2026.
Pertemuan yang dikemas dalam suasana santai dan penuh keakraban itu dihadiri sejumlah organisasi relawan yang selama ini aktif membantu penanganan berbagai kejadian darurat, mulai dari kebakaran, banjir hingga kegiatan kemanusiaan lainnya di Kota Tepian.
Dalam kesempatan tersebut, Fuad Fakhruddin menegaskan bahwa kegiatan reses tidak hanya menjadi sarana menyerap aspirasi masyarakat secara umum, tetapi juga mendengarkan langsung kebutuhan para relawan yang selama ini berada di garis depan dalam membantu masyarakat saat terjadi bencana maupun musibah.
"Pada malam hari ini kami mengundang para relawan yang ada di lingkungan Kota Samarinda. Kita ingin mendengar bagaimana aspirasi daripada teman-teman relawan yang selama ini turut serta di dalam membantu kegiatan kemanusiaan," ujarnya.
Menurutnya, keberadaan relawan di Samarinda saat ini cukup banyak dan memiliki peran yang sangat penting. Karena itu, para relawan perlu mendapatkan perhatian yang lebih besar dari pemerintah agar dapat terus menjalankan tugas kemanusiaannya secara optimal.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Fuad Fakhruddin menyerahkan bantuan sebanyak 30 unit Alat Pemadam Api Ringan (APAR) kepada sejumlah organisasi relawan, di antaranya Relawan Portugal Rescue Pinang, Relawan Satria Panseb, Relawan Satria Palaran, Relawan 1303, dan Relawan Al Fadi.
Ia menjelaskan, bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Wali Kota Samarinda yang mendorong setiap lingkungan masyarakat memiliki APAR sebagai langkah antisipasi dini terhadap kebakaran. Selain itu, kebutuhan APAR juga menjadi salah satu aspirasi yang disampaikan para relawan untuk mendukung operasional posko mereka.
"Setelah mendengar masukan dari teman-teman relawan, mereka meminta agar di masing-masing posko tersedia APAR. Ini guna mengantisipasi kejadian yang awalnya kecil sehingga membesar. Jadi alat APAR inilah yang sangat mereka butuhkan saat ini," katanya.
Dari hasil dialog bersama para relawan, Fuad mengungkapkan bahwa kendala utama yang dihadapi di lapangan adalah keterbatasan peralatan dan sarana pendukung. Meski memiliki semangat pengabdian yang tinggi, banyak relawan yang masih kekurangan perlengkapan untuk menunjang tugas kemanusiaan mereka.

"Yang pertama karena keterbatasan alutsista. Mereka ini modalnya hanya semangat, tetapi untuk kelengkapan peralatan masih sangat kurang. Oleh karena itu kami terus mendengar dan berupaya secara perlahan memenuhi beberapa kebutuhan yang mereka sampaikan," ujarnya.
Sebagai anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Fuad juga menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pemerintah agar memberikan perhatian yang lebih besar kepada komunitas relawan, khususnya yang bergerak di bidang kebencanaan dan penanggulangan musibah.
Menurutnya, para relawan bekerja atas dasar panggilan hati dan tidak mengharapkan imbalan apa pun. Namun demikian, pemerintah perlu hadir memberikan dukungan berupa fasilitas dan perlengkapan agar mereka dapat bekerja lebih maksimal dalam membantu masyarakat.
"Kita berharap pemerintah yang membidangi urusan kebencanaan terus memperhatikan mereka. Relawan ini yang banyak membantu pemerintah saat terjadi musibah dan bencana. Mereka tidak berharap lebih, yang penting masyarakat yang dibantu selamat dan mereka juga selamat saat bertugas," katanya.
Di akhir kegiatan, Fuad menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan yang selama ini menjadi garda terdepan dalam penanganan berbagai bencana di Samarinda dan Kalimantan Timur. Ia menilai semangat gotong royong yang ditunjukkan para relawan merupakan kekuatan besar dalam membantu masyarakat menghadapi berbagai kondisi darurat.
"Mereka bergerak dengan hati untuk membantu sesama. Tidak berharap apa pun dari siapa pun. Mereka tergerak karena panggilan kemanusiaan dan terus berkoordinasi agar penanganan bencana bisa dilakukan dengan cepat dan tepat," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....