BRIN Ingatkan ASN Kaltim Harus Berani Bertindak dengan Risiko Terukur
- 02 Jun 2026 13:39 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Kepala Pusat Riset Koperasi, Korporasi, dan Ekonomi Kerakyatan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Irwanda Wisnu Wardhana, menjadi narasumber utama dalam Kaltim Corpu Webinar Series yang digelar BPSDM Kaltim. Dalam paparannya, ia menyoroti pentingnya keberanian mengambil kebijakan di lingkungan pemerintahan.
Irwanda mengungkapkan, hasil studi global yang menunjukkan hampir 70 persen kegagalan transformasi sektor publik bukan disebabkan oleh keterbatasan anggaran maupun teknologi. Kegagalan tersebut justru banyak dipicu oleh kehati-hatian yang berlebihan dalam pengambilan keputusan.
Fenomena tersebut dikenal dengan istilah “analysis paralysis”. Kondisi ini terjadi ketika birokrat terlalu lama menganalisis risiko sehingga akhirnya tidak berani mengambil tindakan apa pun.
Menurut Irwanda, situasi tersebut juga masih kerap ditemukan di Indonesia. "Banyak aparatur memilih tidak melakukan langkah apa pun karena khawatir terhadap kesalahan administratif yang dapat berdampak pada karier maupun penilaian kinerja," katanya pada Selasa 2 Juni 2026.
Padahal, kata Irwanda Wisnu, birokrasi modern membutuhkan keberanian untuk melakukan perubahan. Keputusan yang diambil memang memiliki risiko, tetapi risiko tersebut dapat dikelola dengan pendekatan yang tepat dan terukur.
Irwanda juga mengutip pandangan pakar kepemimpinan Max DePree yang menyatakan bahwa perubahan tidak akan terjadi apabila seseorang terus bertahan dengan cara lama. Karena itu, ASN didorong untuk memiliki keberanian dalam berinovasi tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian.
“Hampir 70 persen kegagalan transformasi di sektor publik bukan disebabkan oleh kurangnya anggaran atau teknologi, melainkan karena kehati-hatian yang berlebihan atau analysis paralysis,” kata Irwanda Wisnu Wardhana.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....