Pemuda Pancasila Kaltim Soroti Lunturnya Nilai Kebangsaan di Era Digital

  • 01 Jun 2026 09:42 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Arus informasi digital yang semakin masif dinilai menjadi tantangan serius bagi generasi muda dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan dan semangat Pancasila di tengah kehidupan masyarakat saat ini.

Hal itu disampaikan Ketua OKK Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila Provinsi Kalimantan Timur, Ronny A Pangajoang kepada rri.co.id dalam peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di halaman Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Jalan Gajah Mada Samarinda, Senin 1 Juni 2026.

Menurut Ronny, peringatan Hari Lahir Pancasila harus menjadi momentum memperkuat kembali semangat nasionalisme dan karakter Pancasilais di kalangan generasi muda.

Ia berharap dedikasi anak-anak muda Indonesia tetap mencerminkan nilai-nilai Pancasila di tengah perkembangan zaman yang terus berubah.

“Harapan kita untuk tahun ini peringatan Hari Lahir Pancasila, mudah-mudahan dedikasi anak-anak muda kita masih tetap mencerminkan jiwa Pancasilais,” ujarnya.

Menurutnya, penanaman nilai-nilai Pancasila sejak dini sangat penting dilakukan, khususnya di lingkungan pendidikan mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah.

Ronny menilai pendidikan karakter berbasis Pancasila perlu kembali diperkuat seperti pada masa-masa sebelumnya agar generasi muda memiliki pondasi moral dan kebangsaan yang kuat.

“Penanaman nilai-nilai Pancasila khususnya untuk sekolah dasar, sekolah menengah dan sekolah atas mungkin bisa dipertimbangkan lagi seperti zaman dulu,” katanya.

Ia mengatakan tantangan terbesar generasi muda saat ini datang dari derasnya arus informasi digital yang tidak semuanya memberikan dampak positif.

Menurutnya, banyak anak muda yang mulai terpengaruh informasi bohong atau hoaks hingga konten bernuansa provokasi yang berpotensi memecah persatuan masyarakat.

“Di era digital ini banyak anak-anak kita yang sudah terpengaruh hoaks bahkan yang bisa memecah kesatuan,” ucapnya.

Karena itu, Ronny meminta pemerintah lebih tegas mengawasi berbagai situs dan platform digital yang dinilai menyebarkan konten bernuansa sara, provokasi hingga intimidasi di ruang publik.

Menurutnya, generasi muda sering kali hanya menjadi korban dari derasnya arus informasi yang tidak terkontrol apabila pengawasan pemerintah tidak diperkuat.

“Yang punya kontrol itu harusnya pemerintah. Pemerintah harus lebih tegas mengontrol situs-situs yang berbau sara, provokasi dan intimidasi,” katanya.

Selain itu, Ronny mengatakan Pemuda Pancasila Kalimantan Timur juga terus melakukan berbagai kegiatan untuk merangkul generasi muda agar lebih memahami nilai-nilai kebangsaan.

Melalui badan otonom seperti Satuan Mahasiswa Pemuda Pancasila, berbagai kegiatan diskusi dan edukasi rutin dilakukan dengan tema penanaman nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Aktivitas kami sering mengadakan diskusi yang tidak jauh terlepas dari penanaman nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Ia menegaskan organisasi kepemudaan juga memiliki tanggung jawab moral memberikan contoh positif kepada masyarakat dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan sekitar.

Menurutnya, semangat Pancasilais harus dimulai dari diri sendiri sebelum disampaikan kepada masyarakat luas.

“Minimal dalam kehidupan kami dan anak-anak kami bisa menjadi contoh ke depan nanti,” katanya.

Momentum Hari Lahir Pancasila tahun ini pun diharapkan menjadi pengingat bahwa nilai persatuan, toleransi dan kebangsaan harus terus dijaga di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang terus bergerak cepat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....