Prinsip BMW Jadi Andalan SMK Medika Samarinda Cetak Alumni Unggul
- 01 Jun 2026 09:29 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Di balik kemeriahan pelepasan hampir 500 siswa kelas XII Tahun Ajaran 2025/2026, SMK Medika Samarinda terus menegaskan target utama yang ingin dicapai para lulusannya, yakni BMW atau Bekerja, Melanjutkan Studi, dan Wirausaha.
Kepala SMK Medika Samarinda, Mus Mulyadi, mengatakan konsep BMW selama ini menjadi arah pembinaan yang diterapkan sekolah dalam mempersiapkan siswa menghadapi dunia kerja maupun pendidikan tinggi.
"Target kami sebenarnya sederhana, yaitu BMW. Pertama bekerja, kedua melanjutkan studi, dan ketiga berwirausaha. Sebelum lulus pun banyak siswa kami yang sudah bekerja atau sudah diterima di perguruan tinggi," ujarnya, dikutip pada Senin, 1 Juni 2026.
Mus menjelaskan, berdasarkan data alumni terakhir, sekitar 60 hingga 70 persen lulusan SMK Medika langsung bekerja setelah menyelesaikan pendidikan. Sementara sisanya melanjutkan kuliah maupun membangun usaha sendiri.
Untuk memastikan lulusannya tidak menganggur, pihak sekolah juga terus memperkuat program kerja sama dengan perusahaan, salah satunya PT Nagomi.
Salah satu program yang saat ini terus diperkuat adalah penyaluran tenaga kerja ke luar negeri, khususnya Jepang. Untuk itu, SMK Medika menjalin kerja sama dengan sejumlah lembaga pelatihan kerja, salah satunya PT Nagomi Kaigo Gakko dari Jepang.
"Yang menarik dari kerja sama ini adalah siswa tidak dibebani biaya. Pelatihan di Cikarang selama lima sampai tujuh bulan gratis. Tiket pesawat dari Samarinda juga ditanggung sekolah, termasuk tes kesehatannya. Bahkan selama pelatihan mereka mendapat uang saku," katanya.
Setelah menyelesaikan pelatihan, para lulusan berkesempatan bekerja di Jepang dengan kisaran penghasilan mencapai Rp25 juta per bulan. Menurut Mus, peluang tersebut menjadi salah satu jalan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga siswa.
"Bayangkan kalau dari Rp25 juta itu mereka bisa mengirim Rp5 juta saja setiap bulan untuk orang tuanya. Itu sudah sangat membantu ekonomi keluarga. Karena itu kami ingin anak-anak Samarinda punya kesempatan yang sama untuk bekerja di luar negeri," ujarnya.
Meski fokus pada penyerapan kerja, Mus menegaskan penguatan karakter tetap menjadi fondasi utama yang ditanamkan kepada seluruh siswa. Menurutnya, keberhasilan seseorang di dunia kerja tidak hanya ditentukan kemampuan akademik, tetapi juga sikap dan karakter yang dimiliki.
Karena itu, berbagai program pembiasaan Iman dan Taqwa (IMTAQ) seperti salat duha, salat zuhur berjamaah, mengaji, hingga pembinaan keagamaan bagi siswa non-muslim terus dijalankan sebagai bagian dari pendidikan karakter. Selain itu, Mus juga menekankan prinsip 3K atau tekad, nekat, dan kuat.
"Tiga hal yang selalu saya sampaikan kepada siswa adalah tekad, nekat, dan kuat. Tekad melahirkan semangat, nekat membuat kita berani mengambil peluang setelah diperhitungkan dengan baik, dan kuat berarti tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan," kata dia.
Mus pun berharap seluruh lulusan SMK Medika dapat menjadi pribadi yang mandiri, mampu beradaptasi di dunia kerja maupun pendidikan tinggi, serta membawa manfaat bagi lingkungan di mana pun mereka berada.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....