WIKA Klaim Progres Jalan Yudikatif IKN Lebih Cepat dari Target
- 31 Mei 2026 22:03 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Nusantara - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mencatat progres pembangunan Jalan Kawasan Kompleks Yudikatif di Ibu Kota Nusantara (IKN) mencapai 19,35 persen atau melampaui target yang ditetapkan sebesar 18,29 persen.
Corporate Secretary WIKA, Ngatemin, mengatakan capaian tersebut menunjukkan pekerjaan konstruksi berjalan sesuai rencana meski perusahaan menghadapi tantangan kenaikan harga material yang dipengaruhi kondisi geopolitik global. "Hingga saat ini progres pekerjaan telah mencapai 19,35 persen, lebih tinggi dibanding target yang direncanakan," ujarnya dalam keterangan resmi dikutip pada Minggu 31 Mei 2026.
Menurutnya, sejumlah pekerjaan konstruksi masih berlangsung secara paralel di berbagai segmen proyek. Pekerjaan tersebut meliputi pemasangan geotekstil, timbunan tanah, pembangunan struktur Multi Utility Tunnel (MUT), box culvert, jembatan, rigid pavement, hingga saluran drainase.
Untuk menjaga produktivitas proyek, WIKA menerapkan berbagai teknologi konstruksi, seperti Total Station Robotik dan Drone Photogrammetry yang digunakan untuk meningkatkan akurasi pengukuran dan pemantauan pekerjaan di lapangan.
Selain itu, perusahaan juga menerapkan metode Sliding Formwork pada pembangunan MUT guna mempercepat proses konstruksi. Pada pekerjaan struktur, digunakan sistem Cooling Pipe untuk mengendalikan suhu beton saat pengecoran sehingga dapat mengurangi risiko retak termal.
Di sisi lain, kenaikan harga material konstruksi menjadi tantangan yang harus dihadapi selama pelaksanaan proyek. Kondisi tersebut turut berdampak pada biaya logistik dan jasa subkontraktor.
Meski demikian, WIKA memastikan berbagai langkah efisiensi dan pengendalian biaya terus dilakukan agar pembangunan tetap berjalan sesuai jadwal tanpa mengurangi kualitas pekerjaan.
Ngatemin menegaskan pembangunan Jalan Kawasan Kompleks Yudikatif memiliki peran penting dalam mendukung konektivitas antar kawasan pemerintahan di IKN. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu memperlancar mobilitas serta memperkuat integrasi fungsi lembaga negara di ibu kota baru. Proyek strategis tersebut ditargetkan rampung pada 31 Desember 2027 sebagai bagian dari pengembangan kawasan pemerintahan IKN yang modern dan terintegrasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....