Banjir Rendam Jalan di Muara Kaman, Polisi Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

  • 30 Mei 2026 19:35 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Kutai Kartanegara - Genangan banjir yang melanda wilayah RT 007 Desa Muara Kaman Ulu, Kecamatan Muara Kaman, Kutai Kartanegara, menyebabkan akses jalan utama warga tergenang air. Kondisi tersebut mendorong jajaran Polsek Muara Kaman melakukan pemantauan langsung ke lokasi pada 29 Mei 2026.

Dari hasil pemantauan, ketinggian air tercatat sekitar 8 sentimeter di atas permukaan jalan. Meski belum memutus akses transportasi, genangan tersebut mengganggu aktivitas masyarakat dan memperlambat arus lalu lintas di kawasan tersebut.

Untuk mengantisipasi risiko kecelakaan, personel kepolisian turun ke lapangan melakukan pengaturan lalu lintas sekaligus memberikan imbauan kepada pengendara agar lebih berhati-hati saat melintas di area terdampak banjir.

Kapolsek Muara Kaman IPTU Herwin mengatakan, banjir dipicu meluapnya Sungai Mahakam yang terjadi bersamaan dengan tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir.

"Kami mengimbau masyarakat agar selalu waspada, terutama orang tua yang memiliki anak-anak. Jangan biarkan anak bermain di sekitar genangan atau bantaran sungai tanpa pengawasan karena keselamatan harus menjadi prioritas," ujarnya.

Selain melakukan pemantauan di lokasi, Polsek Muara Kaman juga berkoordinasi dengan pemerintah desa dan instansi terkait guna memonitor perkembangan debit air. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya antisipasi apabila kondisi banjir semakin meluas.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Yuliyanto menyampaikan apresiasi terhadap langkah cepat personel di lapangan dalam melakukan pengamanan dan pemantauan wilayah terdampak banjir.

Menurutnya, kehadiran aparat kepolisian di lokasi bencana merupakan bagian dari komitmen Polri untuk memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat, terutama saat menghadapi situasi darurat.

Hingga kini, kondisi banjir masih terus dipantau. Warga diminta segera melapor kepada aparat setempat apabila terjadi peningkatan debit air atau ditemukan kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....