Penjualan Sapi di Kaltim Sepi, Ketua APPSI Borneo Mengaku Prihatin

  • 25 Mei 2026 16:35 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Ketua Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI) Borneo, Mujianto, mengaku prihatin dengan kondisi penjualan sapi di Kalimantan Timur menjelang Iduladha 1447 Hijriah. Ia menyebut penjualan sapi tahun ini mengalami penurunan dan pasokan di lapangan berlebih atau “banjir”.

Mujianto mengatakan, dirinya menerima banyak keluhan dari para peternak di sejumlah daerah seperti Balikpapan, Samboja, Tenggarong, Sangatta, Wahau, hingga Berau terkait lesunya penjualan sapi kurban.

“Penjualan sapi sekarang ini banjir ternak. Nah, itu yang jadi masalah. Kasihan petani,” kata Mujianto, dikutip pada Senin, 25 Mei 2026.

Padahal, momen Iduladha menjadi harapan utama peternak sapi lokal di Kalimantan Timur untuk mendapatkan keuntungan. Namun, kondisi pasar saat ini dinilai belum berpihak kepada peternak.

Mujianto membandingkan kondisi peternak di Kalimantan Timur dengan di Pulau Jawa yang dinilai lebih menguntungkan karena sistem penggemukan sapi bisa berjalan lebih cepat dan efisien.

“Belum bisa seperti di Jawa. Di Jawa melakukan penggemukan 4 bulan, timbang, potong masih untung. Tapi kita merawat sapi Bali di sini, kita merawat 4 bulan belum tentu kita jual dapat untung. Perawatan 4 bulan itu 4 juta belum tentu dapat,” ujarnya.

Mujianto pun berharap, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dapat membuat kebijakan yang mendukung peternak lokal, khususnya saat momentum Iduladha.

Selain itu, ia juga mendorong peternak di Kalimantan Timur mulai menyiapkan sapi-sapi unggulan berukuran jumbo agar mampu bersaing di masa mendatang.

“Harapan saya ke depan teman-teman peternak harus mempunyai sapi-sapi calon jumbo, karena ke depannya peternakan di Kaltim juga saya rasa akan lebih maju dan harapannya akan ada kontes-kontes sapi setiap tahunnya seperti di Jawa,” ucapnya.

Melalui APPSI, Mujianto pun berkomitmen, akan terus menjadi wadah bagi peternak untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi, mulai dari ketersediaan pakan, kesehatan ternak, hingga pemasaran sapi.

“Keluhan apa, permasalahan apa kita diskusikan bersama, baru kita bawa ke Dinas Peternakan Provinsi untuk dicarikan solusi,” kata dia, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....