Operasi Pajak di Samarinda Temukan Banyak Kendaraan Pelat Luar

  • 24 Mei 2026 19:21 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Kendaraan berpelat luar daerah masih mendominasi temuan dalam operasi kepatuhan pajak kendaraan yang digelar UPTD Pelayanan Pajak dan Retribusi Daerah (PPRD) Kota Samarinda di kawasan Stadion Gelora Kadrie Oening Sempaja, Sabtu, 23 Mei 2026.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala UPTD PPRD Kota Samarinda, Muhammad Mada Sabena, mengatakan kendaraan dengan pelat luar daerah yang aktif digunakan di Samarinda diminta segera melakukan mutasi ke Kalimantan Timur.

“Bagi kendaraan pelat luar yang sudah lama beroperasi di Samarinda, kami imbau segera melakukan mutasi,” kata Mada, dikutip Minggu 24 Mei 2026.

Selain menyasar kendaraan yang menunggak pajak, operasi tersebut juga mendata kendaraan luar daerah yang menetap dan beroperasi cukup lama di Samarinda.

Petugas gabungan memeriksa kendaraan roda dua maupun roda empat di sejumlah ruas jalan utama kota. Pengendara yang kedapatan belum membayar pajak langsung diarahkan menyelesaikan kewajibannya, baik melalui layanan di lokasi maupun aplikasi E-Samsat.

“Yang sudah lewat jatuh tempo langsung kami arahkan membayar,” ujarnya.

Dalam operasi itu, tercatat sebanyak 586 sepeda motor dan 356 mobil menjalani pemeriksaan administrasi. Selain itu, ada 43 kendaraan berpelat luar daerah yang ikut didata petugas.

Petugas juga mencatat 26 pengendara motor dan 32 pengemudi mobil membuat surat pernyataan terkait administrasi kendaraan mereka.

Sementara untuk pembayaran langsung di lokasi, terdapat 16 sepeda motor dan satu mobil yang langsung menyelesaikan pembayaran pajak kendaraan.

“Kepatuhan masyarakat sejauh ini cukup bagus. Banyak juga yang membayar sebelum jatuh tempo,” ucap Mada.

Di sisi lain, operasi ini sempat membuat sejumlah pengendara terlambat menuju tempat kerja. Seperti yang diungkapkan Sukadin yang mengaku lupa membawa STNK saat pemeriksaan berlangsung.

Meski begitu, ia menilai kegiatan tersebut tetap penting untuk meningkatkan ketertiban administrasi kendaraan di masyarakat.

“Tadi cuma karena buru-buru kerja jadi STNK tertinggal. Tapi menurut saya kegiatan seperti ini bagus,” kata Sukadin, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....