Diduga Dipicu Tabung Gas, Rumah Warga di Kaubun Kutim Ludes Terbakar

  • 19 Mei 2026 04:20 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Sebuah rumah di Jalan Rajawali RT 01 Desa Mata Air, Kecamatan Kaubun, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur mengalami kebakaran pada Senin 18 Mei 2026 sekitar pukul 10.30 WITA. Kebakaran diduga dipicu percikan api yang berasal dari tabung gas di bagian dapur rumah warga.

Peristiwa tersebut mengakibatkan satu kepala keluarga terdampak akibat kebakaran yang melanda bangunan rumah mereka. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian material ditaksir mencapai Rp50 juta.

Petugas Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops BPBD) Provinsi Kalimantan Timur, Muriono mengatakan, laporan kejadian diterima setelah api membesar dan menghanguskan sebagian bangunan rumah warga di kawasan tersebut.

Menurut Muriono, dugaan sementara sumber api berasal dari percikan di area dapur yang berkaitan dengan tabung gas. Api kemudian dengan cepat membesar dan merambat ke bagian bangunan rumah, ujarnya.

Warga sekitar bersama petugas berupaya melakukan pemadaman agar api tidak meluas ke bangunan lain di sekitar lokasi kejadian. Kondisi rumah yang mudah terbakar membuat api cepat membesar dalam waktu singkat.

“Berdasarkan laporan di lapangan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian kebakaran tersebut. Namun satu kepala keluarga terdampak akibat peristiwa ini,” ucapnya.

BPBD Kalimantan Timur juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam penggunaan peralatan dapur, khususnya tabung gas dan kompor, guna menghindari risiko kebakaran serupa.

Selain itu, masyarakat diminta rutin memeriksa kondisi regulator, selang gas, serta memastikan tidak ada kebocoran yang dapat memicu percikan api di dalam rumah, katanya.

Hingga laporan diterima, situasi di lokasi kebakaran telah dinyatakan aman dan api berhasil dipadamkan. Petugas juga melakukan pendataan terhadap dampak kerusakan dan kerugian akibat kejadian tersebut.

BPBD mengingatkan masyarakat untuk segera melaporkan apabila terjadi kondisi darurat kebencanaan agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan risiko kerugian lebih besar dapat diminimalkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....