Hilang saat Memindahkan Ikatan Sapi, Warga Kuaro Ditemukan Meninggal
- 19 Mei 2026 04:14 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Seorang warga Kecamatan Kuaro, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, bernama Gatot Sunyoto (36) dilaporkan hilang saat berada di area perkebunan kelapa sawit Dusun Sei Riye RT 014, Kelurahan Kuaro, Minggu 17 Mei 2026. Korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di pinggiran Daerah Aliran Sungai (DAS) Riye setelah dilakukan pencarian oleh tim gabungan.
Informasi tersebut disampaikan berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kabupaten Paser yang diterima dari Polsek Kuaro. Korban diketahui merupakan warga RT 16 Kelurahan Kuaro, Kecamatan Kuaro, Kabupaten Paser.
Dalam kronologis kejadian disebutkan, korban pada Sabtu sore sekitar pukul 16.00 Wita pergi menuju area perkebunan sawit untuk memindahkan lokasi ikatan sapi miliknya. Lokasi tempat sapi diikat berada di seberang sungai di kawasan Dusun Sei Riye.
Saat itu kondisi cuaca di wilayah Kuaro sedang diguyur hujan cukup deras. Hingga malam hari korban tidak kunjung kembali ke rumah sehingga keluarga dan warga mulai khawatir atas keberadaannya.
Ketua RT bersama warga setempat kemudian melakukan pencarian awal di sekitar lokasi perkebunan sawit dan bantaran sungai. Dalam pencarian tersebut, sapi milik korban ditemukan masih terikat di lokasi semula, namun korban tidak ditemukan di sekitar area tersebut.
Selain itu, sepeda motor milik korban ditemukan berada di seberang sungai dekat lokasi kejadian awal. Berdasarkan catatan BPBD Kabupaten Paser, korban juga diketahui memiliki kondisi fisik stroke ringan dan tidak membawa alat komunikasi saat pergi ke kebun.
Petugas Pusdalops BPBD Kabupaten Paser bersama unsur tim gabungan kemudian menuju lokasi untuk melakukan asesmen dan pencarian lanjutan. Tim menyisir area perkebunan sawit serta pinggiran sungai guna mencari keberadaan korban.
Setelah dilakukan pencarian, korban atas nama Gatot Sunyoto ditemukan pada pukul 08.52 Wita dalam kondisi meninggal dunia di pinggiran DAS Sungai Riye. Lokasi penemuan korban berjarak sekitar satu kilometer dari titik awal kejadian, ujar Muriono selaku petugas Pusdalops BPBD Provinsi Kalimantan Timur.
Korban selanjutnya dievakuasi menggunakan ambulans relawan MPA Kuaro menuju Puskesmas Kuaro untuk penanganan lebih lanjut. Proses evakuasi melibatkan sejumlah unsur gabungan, di antaranya BPBD Kabupaten Paser, Polsek Kuaro, Koramil Kuaro, Damkar Kuaro, Satpol PP, relawan MPA Kuaro, masyarakat setempat, dan keluarga korban.
Dalam operasi pencarian tersebut, tim gabungan mengerahkan sejumlah armada seperti mobil operasional BPBD, motor trail, perahu fiber, mobil damkar, hingga ambulans relawan. Peralatan pendukung seperti kantong jenazah, life jacket, dan perlengkapan keselamatan lainnya juga digunakan selama proses pencarian dan evakuasi berlangsung.
Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Paser, kondisi cuaca saat pencarian berlangsung terpantau berawan tebal dengan suhu berkisar 24 hingga 26 derajat Celsius, kelembapan 90 persen, serta kecepatan angin sekitar 7,4 kilometer per jam. Situasi di lokasi dilaporkan aman dan kondusif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....