Peran Juleha dan Pentingnya Kualitas Hewan Kurban
- 16 Mei 2026 17:03 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Menjelang Hari Raya Iduladha, proses penyembelihan hewan kurban menjadi perhatian penting, tidak hanya dari sisi syariat, tetapi juga kesehatan hewan dan kualitas daging yang dihasilkan. Penyembelihan yang dilakukan dengan cara yang tepat dinilai dapat menjaga kesejahteraan hewan sekaligus memastikan daging yang diterima masyarakat tetap aman dan layak konsumsi.
Anggota bidang penelitian dan sertifikasi halal Universitas Mulawarman, Mirna Mualim, menjelaskan penyembelihan idealnya dilakukan oleh orang yang memiliki kompetensi atau juru sembelih halal (Juleha).
“Kalau penyembelih tidak kompeten, hewan bisa mengalami stres dan itu berpengaruh pada kualitas daging yang dihasilkan,” ujarnya saat menjadi narasumber Teras UMKM Pro4 Samarinda, dikutip Sabtu 16 Mei 2026.
Menurut Mirna, hewan yang mengalami stres saat proses penyembelihan dapat menghasilkan daging dengan kualitas yang menurun. Ia menyebut salah satu dampaknya adalah tekstur daging menjadi lebih keras dan tidak empuk saat diolah.
Selain berdampak pada hewan, proses penyembelihan yang tidak sesuai juga bisa membahayakan petugas di lapangan. “Hewan punya insting untuk melawan ketika merasa terganggu, sehingga penyembelih juga berisiko terluka jika tidak memahami teknik penanganannya,” katanya.
Ia menjelaskan, salah satu prinsip penting dalam penyembelihan adalah menjaga agar hewan tetap tenang sebelum dipotong. Menurutnya, hewan sebaiknya tidak melihat hewan lain disembelih karena kondisi tersebut bisa memicu stres berlebih.
“Makanya di area penyembelihan sebaiknya ada tirai atau penghalang agar hewan tidak melihat proses penyembelihan lainnya,” ucap Mirna. Ia menambahkan, stres pada hewan bahkan bisa memicu keluarnya air mata sebagai respons alami.
Dalam memilih hewan kurban, Mirna juga mengingatkan masyarakat untuk melakukan pemeriksaan secara langsung. Menurutnya, hewan kurban harus memenuhi syarat sehat, tidak buta, tidak pincang, tidak sakit, dan tidak terlalu kurus.
“Jangan hanya percaya pada penjual, masyarakat juga perlu mengecek langsung kondisi fisik hewan karena ini berkaitan dengan ibadah,” ujarnya. Ia menyarankan pengecekan bisa dilakukan melalui kondisi mata, cara berjalan, hingga kondisi tubuh hewan.
Mirna juga menyoroti kesalahan yang masih sering terjadi saat penyembelihan, seperti penggunaan pisau yang tumpul dan lokasi yang kurang higienis. “Kalau alat tidak tajam dan darah tidak keluar sempurna, kualitas daging bisa menurun dan lebih cepat rusak,” ucapnya.
Mirna mengimbau panitia kurban untuk melibatkan tenaga Juleha yang kompeten serta menjaga sanitasi lokasi penyembelihan. “Ibadah kurban harus menghasilkan daging yang baik, sehat, dan layak dikonsumsi masyarakat,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....