Sepak Takraw Kaltim Benahi Pembinaan Demi Kejar Ketertinggalan Prestasi
- 11 Mei 2026 14:31 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda — Pengurus Provinsi Persatuan Sepak Takraw Indonesia (Pengprov PSTI) Kalimantan Timur (Kaltim) tengah berbenah di berbagai sektor guna mendorong perubahan demi meraih prestasi yang membanggakan.
Namun, ketersediaan sarana dan prasarana (sapras) serta atlet tidak serta-merta membuat prestasi mudah dicapai.
Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Pengprov PSTI Kaltim, Arianto Juanda, mengatakan keseriusan dan soliditas pengurus menjadi faktor penting dalam mendongkrak prestasi.
Ia mengakui, dari sisi capaian, Kaltim saat ini tertinggal dibandingkan Kalimantan Utara (Kaltara). Menurutnya, salah satu persoalan di Kaltim adalah kekeliruan dalam proses seleksi atlet.
“Saya tidak menyalahkan siapa pun. Ini penilaian pribadi saya. Secara jujur, Kaltim saat ini tertinggal dari sisi prestasi dibandingkan Kaltara, padahal mereka merupakan provinsi baru,” ujar Arianto.
Dari sisi sarana dan prasarana, lanjutnya, Kaltim justru lebih unggul. Bahkan, Kaltim memiliki Sekolah Khusus Olahragawan Internasional (SKOI) yang turut membina atlet sepak takraw melalui program latihan dan pendidikan.
Selain itu, faktor lain yang menyebabkan penurunan prestasi adalah kurangnya soliditas dalam kepengurusan sebelumnya.
Karena itu, di bawah kepemimpinan Sabaruddin Pancecalle, PSTI Kaltim berupaya membangun sistem organisasi yang lebih kuat agar pembinaan atlet di daerah dapat terakomodasi secara menyeluruh.
Diketahui, kepengurusan PSTI Kaltim saat ini baru terbentuk setelah Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub) pada Februari lalu. Surat Keputusan (SK) kepengurusan terbit pada 13 Maret 2026.
“Artinya, kepengurusan ini baru berjalan sekitar dua bulan. Kami sepakat untuk meningkatkan prestasi sepak takraw Kaltim. Terlebih, kami akan menghadapi Babak Kualifikasi (BK) PON tahun depan, yang akan diawali dengan penjaringan atlet melalui Porprov Paser,” kata Arianto.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....