Diskriminasi Dinilai Masih Hambat Perempuan Masuk Dunia Industri
- 09 Mei 2026 18:49 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Perempuan dinilai masih menghadapi berbagai tantangan untuk bersaing di dunia industri maupun industri kreatif akibat kuatnya budaya diskriminasi gender yang masih berkembang di masyarakat. Perbedaan perspektif terhadap perempuan dan laki-laki disebut menjadi salah satu faktor yang membuat banyak perempuan belum percaya diri mengambil peluang di sektor tersebut.
Tantangan perempuan untuk berkembang di sektor industri dinilai tidak hanya dipengaruhi kemampuan, tetapi juga faktor budaya dan stereotip sosial yang masih melekat di lingkungan masyarakat. Hal ini dikatakan Akademisi yang juga dosen Tarbiah dan Keguruan UINSI Samarinda, Rega Armella kepada rri.co.id Sabtu 9 Mei 2026 di NutriHub Samarinda New Jl. Juanda No. 4.
“Tantangan terbesar bagi perempuan untuk bekerja di dunia industri ataupun industri kreatif menurut saya masih adanya diskriminasi antara perempuan dan laki-laki, baik karena faktor biologis, perspektif maupun budaya yang sampai saat ini masih mengakar,” ujarnya.
Menurut Rega, diskriminasi tersebut membuat sebagian perempuan merasa ragu untuk bersaing dan menunjukkan kemampuan yang dimiliki. Padahal, perempuan memiliki peluang yang sama untuk berkembang dan berkontribusi di berbagai bidang, termasuk sektor ekonomi kreatif yang saat ini terus berkembang.
Ia menilai kesadaran perempuan untuk berani mengambil kesempatan menjadi hal penting agar tidak tertinggal dalam perkembangan dunia kerja. Selain itu, dukungan lingkungan sosial juga dinilai diperlukan untuk menciptakan ruang kerja yang lebih setara dan inklusif.
“Banyak perempuan yang akhirnya tidak mau bersaing di bidang industri maupun industri kreatif karena masih adanya perbedaan perlakuan dan pandangan terhadap perempuan,” katanya.
Rega mengatakan perempuan perlu mulai memanfaatkan kemampuan dan potensi yang dimiliki untuk membangun kontribusi di berbagai sektor. Menurutnya, kontribusi perempuan dapat dilakukan dari berbagai bidang sesuai latar belakang dan kemampuan masing-masing.
Ia mencontohkan perempuan dapat mengambil peran melalui pendidikan, akademik, ekonomi maupun sektor kreatif. Kesadaran untuk berkembang dan berdaya dinilai menjadi langkah penting agar perempuan mampu mengambil bagian dalam pembangunan daerah maupun nasional.
“Mulai dari hal-hal kecil yang bisa kita lakukan untuk berkontribusi. Kesadaran untuk membangun dan berdaya itu yang harus ditumbuhkan,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Rega juga mengajak perempuan di Samarinda untuk tidak takut keluar dari zona nyaman dan lebih percaya diri membangun relasi maupun pengetahuan. Menurutnya, perubahan tidak akan terjadi jika perempuan hanya diam tanpa keberanian untuk bergerak dan mengambil peluang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....