Program SIMAK Jadi Strategi TKIT Ar Rajwaa Samarinda Wujudkan Karakter Anak

  • 08 Mei 2026 14:14 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu (TKIT) Ar Rajwaa Samarinda memperkenalkan strategi implementasi Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat melalui program bertajuk SIMAK. Program tersebut dipaparkan Kepala TKIT Ar Rajwaa Samarinda, Nuridah, dalam Parade Webinar Etam Kayuh Bebaya yang diselenggarakan oleh Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Kalimantan Timur.

Nuridah menjelaskan, SIMAK merupakan akronim dari sosialisasi pra-sekolah, interaksi dan coaching parenting, mutaba’ah, aktivitas terpadu, serta kolaborasi dan komitmen. Menurutnya, strategi itu dirancang agar pembiasaan karakter tidak berhenti di sekolah, tetapi berlanjut di rumah.

“Di Ar Rajwaa kami punya program yang namanya SIMAK. Ini adalah sosialisasi, interaksi, mutaba’ah, aktivitas terpadu, kolaborasi dan komitmen,” kata Nuridah.

Pada tahap sosialisasi, sekolah memberikan pemahaman kepada orang tua sebelum anak masuk sekolah. Tujuannya agar keluarga memiliki waktu cukup untuk menyesuaikan pola asuh dengan nilai-nilai yang diterapkan sekolah. Tahap berikutnya adalah interaksi dan coaching parenting. Melalui pola komunikasi yang intensif, sekolah melakukan asesmen terhadap karakter anak, gaya belajar, serta kebiasaan harian yang berlangsung di rumah.

“Tujuannya membangun kesepahaman pola asuh antara sekolah dan orang tua melalui komunikasi yang intensif,” ujarnya.

Nuridah menjelaskan, mutaba’ah atau jurnal harian juga menjadi instrumen penting. Dengan cara itu, perkembangan kebiasaan anak dapat dipantau secara terukur, sekaligus melatih tanggung jawab dan kejujuran sejak dini.

Selain itu, aktivitas terpadu dirancang agar anak langsung mempraktikkan kebiasaan positif melalui kegiatan nyata. Pembelajaran di kelas dihubungkan dengan aktivitas seperti olahraga, makan bersama, bermain, dan pembiasaan ibadah. Menurut Nuridah, strategi itu menunjukkan hasil yang mulai terlihat. Sejumlah anak disebut lebih disiplin, lebih mandiri, dan lebih siap berangkat ke sekolah tanpa menangis.

“Alhamdulillah anak lebih disiplin dan mandiri. Anak-anak bisa bangun pagi dan siap sekolah tanpa nangis,” ucap Nuridah pada Kamis 7 Mei 2026.

Nuridah menambahkan, perubahan positif juga terlihat dari meningkatnya kesadaran beribadah, tumbuhnya empati sosial, hingga kebiasaan memilih makanan sehat dan bergizi. "Bagi TKIT Ar Rajwaa, hasil tersebut menjadi indikator pembiasaan sederhana dapat memberi dampak besar terhadap pembentukan karakter anak," kata Nuridah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....