Balai Bahasa Kaltim Dorong Pengajar BIPA Profesional
- 08 Mei 2026 11:33 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Timur terus mendorong peningkatan kompetensi pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) pada tahun 2026. Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai program pelatihan dan penguatan kapasitas pengajar di daerah.
Widyabasa Ahli Pertama Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Timur, Misriani, menjelaskan tahun ini pihaknya melaksanakan dua program utama penginternasionalan bahasa Indonesia yaitu bimbingan teknis pengajar BIPA dan forum ilmiah ke-BIPA-an.
“Melalui bimbingan teknis, kita meningkatkan kemampuan edukasi mereka seperti mengajarkan bahasa Indonesia di kelas,” kata Misriani kepada RRI Pro4 Samarinda, dikutip Jumat 8 Mei 2026.
BIPA merupakan program pembelajaran bahasa Indonesia yang ditujukan bagi warga negara asing. Dalam pembelajarannya, peserta tidak hanya mempelajari bahasa, tetapi juga budaya Indonesia.
Pengajar BIPA perlu memiliki kompetensi yang memadai agar proses pembelajaran berjalan efektif. Karena itu, Balai Bahasa mulai menerapkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bagi pengajar BIPA.
“Pengajar BIPA harus memiliki kemampuan mengajar, kemampuan berbahasa, pengetahuan budaya, dan profesionalisme,” ujar Misriani, dikutip Jumat, 8 Mei 2026.
Selain meningkatkan kualitas pengajar, Balai Bahasa juga mendorong pembukaan kelas-kelas BIPA di Kalimantan Timur. Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung meningkatnya minat warga asing belajar bahasa Indonesia.
Misriani menyebut sejumlah perguruan tinggi di Kalimantan Timur kini mulai memiliki mahasiswa asing yang memerlukan pembelajaran bahasa Indonesia. Di antaranya Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, UINSI Samarinda, hingga Universitas Mulawarman.
Sementara itu, Widyabasa Ahli Pertama lainnya, Tantra Alimi, berharap semakin banyak institusi yang membuka program pembelajaran BIPA.
“Kami ingin BIPA di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara bisa lebih maju dengan adanya afiliasi pengajar dan pegiat BIPA,” katanya. Agar bahasa Indonesia memiliki potensi besar untuk dikenal lebih luas di tingkat internasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....