BPS Sebut Kaltim Masih Berada dalam Fase Bonus Demografi

  • 08 Mei 2026 10:53 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda — Jumlah penduduk Kalimantan Timur berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 tercatat mencapai 4,05 juta jiwa. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan hasil Sensus Penduduk 2010 yang berjumlah 3,02 juta jiwa.

Meski mengalami pertumbuhan penduduk cukup tinggi, laju pertumbuhan penduduk Kalimantan Timur dalam lima tahun terakhir justru melambat menjadi 1,52 persen per tahun. Kondisi itu dinilai menunjukkan pertumbuhan penduduk yang mulai lebih terkendali.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur, Mas’ud Rifai, mengatakan rasio ketergantungan penduduk di Kalimantan Timur juga masih tergolong rendah. Pada 2025, rasio ketergantungan tercatat sebesar 40,19 persen atau setiap 100 penduduk usia produktif menanggung sekitar 40 hingga 41 penduduk usia nonproduktif.

“Selama periode 2010–2025, rasio ketergantungan masih berada di bawah 50. Ini menunjukkan Kalimantan Timur masih berada dalam fase bonus demografi,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis 7 Mei 2026 dilansir dari rilis Pemprov Kaltim.

Berdasarkan wilayah, rasio ketergantungan tertinggi tercatat di Kabupaten Mahakam Ulu sebesar 42,47 persen, sedangkan yang terendah berada di Kabupaten Penajam Paser Utara sebesar 29,92 persen. Sementara itu, jumlah penduduk laki-laki di Kalimantan Timur mencapai 2,09 juta jiwa atau 51,74 persen, sedangkan perempuan sebanyak 1,95 juta jiwa atau 48,26 persen.

SUPAS 2025 juga mencatat angka kelahiran total atau Total Fertility Rate (TFR) sebesar 2,09. Angka tersebut menggambarkan rata-rata jumlah anak yang dilahirkan seorang perempuan selama masa reproduksi usia 15 hingga 49 tahun. Di sisi lain, angka kematian bayi tercatat sebesar 13,47 per 1.000 kelahiran hidup.

Dari aspek mobilitas penduduk, sekitar 29 hingga 30 dari setiap 100 penduduk Kalimantan Timur diketahui lahir di luar provinsi. Tingginya arus migrasi masuk ini dinilai menunjukkan daya tarik Kalimantan Timur sebagai daerah tujuan penduduk, terutama di tengah pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Namun demikian, Kalimantan Timur juga mulai memasuki fase penuaan penduduk dengan persentase lansia mencapai 9,05 persen. Kondisi tersebut dinilai membutuhkan kesiapan layanan kesehatan, perlindungan sosial, serta dukungan fasilitas yang lebih ramah bagi penduduk lanjut usia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....