Dishub Samarinda Dorong Pelajar Berjalan Kaki atau Bersepeda
- 06 Mei 2026 07:02 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Dinas Perhubungan Kota Samarinda menilai pelarangan siswa SMP membawa kendaraan bermotor tidak hanya berkaitan dengan keselamatan. Kebijakan itu juga dinilai sejalan dengan upaya membangun budaya hidup sehat di kalangan pelajar.
Kepala Dinas Perhubungan Samarinda, Hotmarulitua Manalu, menjelaskan sebagian besar penerimaan siswa saat ini berbasis zonasi. Dengan sistem tersebut, jarak rumah ke sekolah umumnya lebih dekat dan memungkinkan ditempuh tanpa kendaraan bermotor.
Menurut Manalu, kondisi itu seharusnya dapat mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi. "Selain mengurangi kepadatan lalu lintas, kebiasaan tersebut juga mendukung efisiensi penggunaan bahan bakar," kata Manalu pada Selasa 5 Mei 2026.
Dishub menyarankan siswa yang rumahnya dekat sekolah untuk berjalan kaki atau menggunakan sepeda. Kebiasaan sederhana itu dinilai dapat membentuk pola hidup sehat sejak usia dini.
Hotmarulitua menyebut budaya berjalan kaki dan bersepeda merupakan kebiasaan baik yang perlu dibangun di tengah kondisi saat ini. Ia menilai langkah kecil dari lingkungan sekolah dapat memberi dampak besar bagi perilaku masyarakat.
Dalam penindakan di SMPN 7 Samarinda, petugas juga sempat mengempiskan ban sepeda motor milik pelajar yang kedapatan membawa kendaraan. Langkah itu, kata dia, bukan bentuk hukuman semata, melainkan peringatan agar siswa lebih sadar terhadap risiko keselamatan.
“Kami sarankan anak-anak menggunakan jalan kaki atau sepeda. Ini budaya sehat dan budaya baik yang harus dibangun, sekaligus mendukung efisiensi bahan bakar,” kata Hotmarulitua Manalu. Ia menambahkan tindakan tersebut merupakan bentuk kepedulian agar pelajar sadar mereka adalah generasi penerus bangsa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....