Pariwisata Samarinda Mulai Bergerak di tengah Tekanan Biaya Transportasi
- 06 Mei 2026 06:50 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Samarinda mencatat indikator sektor pariwisata menunjukkan perkembangan positif pada Maret 2026. Perbaikan tersebut tercermin dari meningkatnya tingkat penghunian kamar hotel berbintang di Kota Tepian, yang menjadi salah satu ukuran aktivitas kunjungan wisata maupun perjalanan dinas ke daerah.
Kepala BPS Kota Samarinda, Supriyanto, menjelaskan tingkat penghunian kamar hotel berbintang pada Maret 2026 tercatat sebesar 48,68 persen. Angka ini mengalami kenaikan 0,69 persen dibandingkan Februari 2026, yang menandakan adanya peningkatan permintaan terhadap jasa akomodasi.
Secara tahunan, pertumbuhan hunian hotel juga terlihat cukup signifikan. Jika dibandingkan dengan Maret 2025, tingkat penghunian kamar hotel berbintang di Samarinda meningkat sebesar 12,17 persen.
Menurut Supriyanto, kenaikan ini menunjukkan aktivitas perjalanan ke Samarinda mulai bergerak lebih baik. Mobilitas masyarakat yang meningkat, baik untuk keperluan bisnis, pemerintahan, maupun kunjungan keluarga, dinilai turut menopang pertumbuhan sektor perhotelan di ibu kota Kalimantan Timur tersebut.
"Selain tingkat hunian kamar, BPS juga mencatat rata-rata lama menginap tamu hotel berbintang pada Maret 2026 mencapai 1,45 hari. Indikator ini menjadi salah satu gambaran pola kunjungan wisatawan maupun pelaku perjalanan yang datang ke Samarinda," ucap Supriyanto pada Senin 4 Mei 2026.
Jika dibandingkan dengan Februari 2026, rata-rata lama menginap memang sedikit mengalami penurunan sebesar 0,03 persen. Namun bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, rata-rata lama tinggal tamu hotel masih mencatat kenaikan 0,13 persen.
Supriyanto menilai peningkatan tingkat hunian hotel menjadi sinyal positif bagi pelaku usaha jasa akomodasi di Samarinda. “Jika dibandingkan Maret tahun lalu, tingkat penghunian hotel berbintang di Samarinda mengalami kenaikan cukup baik,” ujarnya.
Meski demikian, BPS mengingatkan pemulihan sektor pariwisata belum sepenuhnya lepas dari tantangan eksternal. Kenaikan biaya transportasi, terutama transportasi udara, serta tekanan harga energi global masih menjadi faktor yang berpotensi memengaruhi pergerakan wisatawan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....